Sementara itu, ditemui di tempat yang berbeda, Kuwu Tonjong, Yuherna menuturkan, banjir yang terjadi di Desa Tonjong terutama di blok Karang Gemah diakibatkan dari pendangkalan sungai Cihoe dan rusaknya hutan.
“Sekarang hutan sudah gundul, tidak ada lagi pohon besar, jadi ketika hujan deras mengguyur, aliran air dari hulu yaitu Leuwiliang banyak dipenuhi lumpur dan deras yang mengakibatkan banjir” ujarnya.
Ditambahkannya, dirinya berharap ada solusi dari pemerintah untuk bisa mengatasi permasalahan ini.
“Bisa normalisai, atau juga dengan mengembalikan fungsi hutan yang sudah lama rusak, tentunya ini menjadi tanggungjawab pemerintah,” tegasnya.
Selain itu, dampak dari banjir ini, mengakibatkan munculnya sumber penyakit dari lumpur dan air untuk konsumsi masyarakat.
“Air mulai naik sejak pukul 16.00 dan surut sekitar pukul 18.40, yang terdampak di Blok Karang Gemah RW 01 RT 01 ini berjumlah 19 rumah, yang dibutuhkan oleh masyarakat adalah obat untuk menjernihkan air, karena kebanyakan menggunakan sumur galian ,” pungkasnya. (Harun)

















































































































Discussion about this post