MAJALENGKA, (FC).– Liburan lebaran tahun ini, wisata yang ada di wilayah Kabupaten Majalengka dipadati wisatawan lokal se-wilayah III Cirebon.
Mengantisipasi hal itu pemerintah Kabupaten Majalengka menyiapkan sejumlah strategi untuk mengantisipasi lonjakan wisatawan dibeberapa objek destinasi wisata.
Sedari awal Bupati Majalengka sudah memperkirakan segala resiko yang akan ditimbulkan, bilamana objek wisata di Kabupaten Majalengka dalam kali kedua harus ditutup.
Hal itu justru akan bertentangan dengan perekenomian lokal.
“Dari sejak awal, sudah mengatur strategi untuk penanganan wisatawan yang ada di objek wisata, pertama karena prinsipnya objek wisata harus dibuka, ya kita buka,” kata Bupati Majalengka usai kegiatan halal bihalal virtual dengan tingkat kecamatan, Senin (17/5).
Kendati demikian, Bupati Karna menegaskan, apabila dalam suatu tempat wisata di dapati lonjakan wisatawan, ia berencana akan menerapkan sistem buka tutup sesuai prosedur dan aturan yang berlaku serta kapasitas maksimal di tempat wisata.
“Hanya kalau terjadi pengunjung itu di luar kapasitas, kita tutup, jadi on-off aja kemarin itu, seperti contoh Cipanten, berapa kapasitas 50 persen itu, ya 400 orang, maka keluarlah karcis 400, setelah karsis keluar (terjual,-red) 400 sudah ditutup, nanti di dalam tempat wisata pula kita atur, setelah agak senggang baru pengunjung yang lainnya boleh masuk dengan tetap memperhatikan kapasitas tempat yang tersedia,” tegasnya.
Bupati tak menampik, hampir seluruh objek destinasi wisata relatif dipadati pengunjung. Hal ini dikarenakan mereka ingin berlibur, karena jenuh berada di rumah terus.
“Ya semuanya, hampir terjadi lonjakan wisatawan, kecuali Cipulus dan Kanaga tidak terjadi lonjakan, Lemahsugih taman dinosaurus terjadi ledakan itu on-off juga. Dan alhamdulillah, ternyata objek wisata yang ada di Kabupaten Majalengka banyak dikunjungi wisatawan lokal dari wilayah III Cirebon seperti Indramayu, Cirebon dan Kuningan,” tuturnya.
Bupati Karna menjelaskan, dengan memberlakukan sistem buka tutup di tempat wisata, maka akan dapat mencegah lonjakan kepadatan pengunjung yang cukup tinggi dan ekonomi lokal sekitaran tidak terganggu. (Munadi)












































































































Discussion about this post