KUNINGAN, (FC).- Bulan Juli 2021 nanti Bendungan Kuningan atau Waduk Cileweung direncanakan dilakukan perendaman untuk kali pertama.
Mengingat hal itu, Bupati Kuningan H Acep Purnama bersama Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang serta Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Pertanahan Kuningan menggelar rapat bersama di ruang rapat dinas setempat, Senin (17/5).
Dengan menghadirkan seluruh bidang dari dua dinas yang dipimpin oleh H M Ridwan Setiawan di DPUTR Kuningan maupun I Putu Bagiasna di Dinas DPKPP Kuningan, Bupati Acep memberikan arahan dan meminta program kegiatan yang sudah ada harus terkoordinasi dengan baik sesuai dengan tujuan dan sasaran yang sudah ditetapkan.
“Dengan adanya rakor ini dapat memicu pelaksanaan pembangunan sesuai dengan tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan, serta untuk mengatasi permasalah dan kendala dalam pelaksanaan kegiatan pembangunan baik secara administrasi, keuangan maupun fisik,” jelas Acep.
Acep juga berharap dengan rakor ini dapat meningkatkan keserasian antara pelaksanaan kegiatan dengan rencana kerja yang telah disusun.
“Aktivitas pembangunan adalah untuk memakmurkan dan mensejahterahkan masyarakat. Semoga apa yang sudah kita rencanakan dapat berjalan secara efektif dan efisien,” ujar Acep
Acep berpesan kepada seluruh SKPD untuk memiliki basis data yang pasti, agar semua kebijakan bisa tepat sasaran.
Sementara Kepala DPKPP Kuningan, I Putu Bagiasna menyampaikan, dalam rakor terbatas bidang ke PU an, karena instansi dalam satu kementerian jadi disatukan, baik DPUTR maupun DPKPP Kuningan.
“Tadi Pak Ridwan melaporkan bidang kebinamargaan, irigasi dan cipta karya, saya sendiri perumahan, jalan lingkungan dan pembebasan tanah di bidang pertanahan,” ujar Putu.
DPKPP sendiri, lanjut Putu, untuk tupoksi jalan lingkungan disarankan habis lebaran ini bisa langsung action dan bisa segera dikerjakan.
Dan untuk jalan lingkar hampir tuntas semua untuk pembebasan lahannya.
Sedangkan untuk perumahan, lanjut Putu, ada beberapa diantaranya sudah dikerjakan yaitu rumah bencana, dan yang belum adalah rumah khusus untuk relokasi Waduk Cileweung yang baru tuntas 70 persen.
“Target 444 rumah, untuk Desa Kawungsari 361 unit, dan Radusari 87 unit, mudah-mudahan di bulan Juni direncanakan pengenangan awal, mudah-mudahan tidak ada masalah, baik ganti rugi tanah dan lainnya,” jelas Putu.
Selain perumahan, lanjut Putu, yang belum selesai diantaranya infrastruktur penunjang lainnya, yaitu air bersih dan listrik, semoga secepatnya selesai maksimal bulan Juni,” kata Putu. (Ali)














































































































Discussion about this post