KUNINGAN, (FC).- Diperbolehkan dibukanya tempat wisata dengan penerapan protokol kesehatan (prokes) yang ketat pada masa liburan Idul Fitri 1442 H, beberapa pengelola obyek wisata sudah mulai menerima kunjungan wisatawan. Salah satunya adalah Desa Wisata Cibuntu.
Kelompok Penggerak Pariwisata (Kompepar) Desa Wisata Cibuntu selaku pengelola desa wisata melakukan penerapan protokol kesehatan terhadap setiap pengunjung yang datang.
Setiap pengunjung diwajibkan menggunakan masker dan tetap menjaga jarak saat berada di lokasi wisata.
Hal ini disampaikan Adang selaku Ketua Kompepar Desa Wisata Cibuntu.
Menurutnya, sebelum masuk, pengunjung juga diwajibkan untuk melakukan pengecekan suhu tubuh dan mencuci tangan dengan sabun di tempat yang sudah disediakan.
Baca Juga: Mahasiswa KKN UGJ Segera Launching Aplikasi Desa Wisata Cibuntu
“Kita lakukan penerapan protokol kesehatan yang ketat, saat masuk ke desa wisata, begitu pun saat masuk ke area Pager Gunung Campsite dilakukan pengecekan suhu tubuh dan mencuci tangan dengan sabun di tempat yang sudah disediakan,” jelas Adang kepada FC, Minggu (16/5).
Dijelaskannya, dari kapasitas sekitar 5.000 wisatawan yang bisa berkunjung, Desa Wisata Cibuntu untuk liburan sampai hari ketiga ini, membatasi hanya 20 persen saja pengunjung yang bisa berwisata ke desa wisata kebanggaan Jawa Barat ini.
“Dalam 3 hari liburan pasca lebaran ini, rata-rata sekitar 500 wisatawan yang datang berkunjung, itu hanya 10 persenan dari kapasitas yang ada,” ungkapnya.
Kepada setiap wisatawan, dilakukan protokol kesehatan benar-benar diterapkan secara ketat, untuk mencegah adanya penyebaran Covid-19.
“Pengunjung masih di dominasi wistawan lokal seperti Cirebon dan Indramayu. Mereka wajib mengikuti penerapan protokol kesehatan yang diterapkan pihak pengelola,” pungkasnya. (Bambang)













































































































Discussion about this post