PLERED, (FC).- Bertahun-tahun anak sungai Cikenanga di Desa Sarabau, Kecamatan Plered, Kabupaten Cirebon belum pernah dilakukan normalisasi sama sekali. Sampai-sampai sedimentasi pada anak sungai tersebut memiliki ketebalan hingga satu meter lebih.
Kuwu Desa Sarabau, Akmad Dandon mengaku akibat pendangkalan pada anak sungai Cikenanga ini dua blok di dua RW di wilayahnya sering menjadi langganan banjir kiriman ketika air sungai Cikenanga ini meluap.
“Tingginya sih memang gak seberapa 10-20 centimeter masuk kedalam rumah, tapi rutinnya ini. Makanya kita lakukan normalisasi pada anak sungai ini,” kata AD Elon sapaan akrabnya Akmad Dandon kepada “FC”, Kamis (23/1).
Ditambahkannya, selain mengakibatkan banjir yang menghantui penduduk. Areal sawah di wilayahnya pun selalu tergenang air.
“Sepekan yang lalu kita sudah lakukan normalisasi di anak sungai yang dekat areal persawahan. Kemudian mulai hari ini (kemarin,–red) sampai tiga hari kedepan kita lakukan normalisasi di dekat pemukiman penduduk,” tambahnya.
Menurutnya, memang anak sungai ini tidak sama sekali tersentuh (normalisasi,–red) seperti yang saat ini sedang dilakukan. Namun, aku dia, hanya perawatan yang rutin sering dilakukan olehnya.
“Normalisasi totalnya 1 kilometer. Banyak sampah dan tanah. Pengerukan ini bertujuan agar masyarakat kita puas, dan bisa bermanfaat untuk masyarakat,” ungkapnya.
Hasil dari sedimentasi ini, tambah dia, tidak akan dibuang, melainkan akan ditempatkan di lokasi tanah yang masih kekurangan tanah. “Agar bermanfaat, kita fungsikan hasil sedimentasi ini untuk menutup tanah yang masih kekurangan tanah. Tidak kami angkut dibuang keluar desa, karena akses untuk mengangkut hasil sedimentasi ini tidak ada,” tandasnya. (Ghofar)










































































































Discussion about this post