KOTA CIREBON, (FC).- Demi memajukan dan membangun wilayah yang tertinggal, Kodim 0614/Kota Cirebon bersama dengan Pemerintah Kota Cirebon dalam hal ini Dinas Sosial melakukan program Bhakti Siliwangi Pola Manunggal Satata Sariksa (BSMSS).
Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Komandan Kodim (Dandim) 0614 Letkol Inf Herry Indriyanto, Wali Kota Cirebon Nashrudin Azis, serta turut hadir Camat Kesambi, Subrata.
Walikota Cirebon, Nashrudin Azis mengatakan, meski baru menyentuh hanya beberapa RW saja, namun pemerintah daerah Kota Cirebon akan terus berupaya membangun wilayah di Kota Cirebon.
“Meski kegiatan baru menyentu beberapa RW pemerintah daerah akan berupaya memperbanyak lokasi yang dijadikan kegiatan dalam rangka pembangunan daerah yang ada di pedalaman,” kata Walikota Cirebon, Nashrudin Azis kepada FC, Selasa (13/10).
Nashrudin Azis menuturkan, tanpa ada sentuhan dari pemerintah daerah yang tertinggal tersebut pasti kalah dengan daerah yang dekat oleh kawasan pemerintahan.
“Sistem ini adalah sistem jemput bola untuk membantu masyarakat yang paling dalam, agar merasakan pembangunan dari pemerintah dan TNI, POLRI sebagai bentuk pebgabdian kita kepada masyarakat,” tuturnya.
Nashrudin Azis melanjutkan kegiatan ini akan berlangsung selama 14 hari dan dibuka sejak hari ini yang bertempat di pendopo 76 Kodim 0614/Kota Cirebon.
“Untuk saat ini kegiatannya dilakukan pada dua titik terlebih dahulu di RW 06 Drajat dan di RW 12 Argasunya,” ungkapnya.
Dari kegiatan ini, Azis berharap mampu memotivasi seluruh warga kota Cirebon yang berada di pedalaman untuk membangun daerahnya masing-masing.
Sementara itu, di tempat yang sama, Dandim 0614/Kota Cirebon Letkol Inf Herry Indriyanto mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk membantu percepatan pembangunan yang ada di daerah yang tertinggal.
“Kegiatan ini juga sebagai bentuk rasa cinta kepada negara, selain itu juga kita berkolaborasi dengan pemerintah daerah untuk mempercepat pembangunan di wilayah yang tertinggal,” katanya.
Pihaknya mengungkapkan, kegiatan ini dilaksanakan di 2 titik di kelurahan drajat kecamatan Kesambi, dan di kelurahan Argasunya kecamatan Harjamukti.
“Di setiap titik kami ada proyek diantaranya ada pembuatan saluran drainase, ada juga pembuatan jalan, dan ada renovasi rumah,” ungkapnya.
Selain kegiatan fisik, pihaknya juga melaksanakan kegiatan non fisik contohnya penyuluhan-penyuluhan tentang bahayanya covid-19 dan juga penyuluhan mewujudkan rasa cinta kepada negara.
“Untuk rumah baru satu rumah yang diperbaiki, dan itu dalam bentuk rehab, selain itu kita juga laksanakan penyuluhan-penyuluhan,” tandasnya. (Sakti)










































































































Discussion about this post