“Pertimbangkan sikon keuangan desa. Saya mah di posisi tidak melarang atau mengijinkan, itu mah dikembalikan lagi ke Kepala Desanya. Hanya saja waktunya kurang tepat, bukan masalah bimteknya, situasi desa kan lagi riweuh anggaran. Ditambah lagi sedang masalah Covid ini. Silahkan dipertimbangkan, soalnya jangan sampai ada program yang ujug-ujug, darimana anggarannya, bekalnya darimana,”jelasnya.
Terpisah, Camat Kuningan yang juga menjadi Ketua Forum Camat Kuningan, Saleh Rochiat mengaku belum dihubungi oleh Pihak Apdesi Kuningan walaupun sudah mengetahui jadwal Bimtek tersebut.
“Saya belum dihubungi oleh Apdesi, justru saya mempertanyakan ini kalau jadwal mah sudah ada, tapi bagaimanapun juga ini kan melibatkan Camat kaitannya dengan desa-desa, saya melihat dulu urgensinya, kan nanti desa-desa nanya ke Camat ini kepentingannya apa, kalau sekedar berangkat menggunakan anggaran APBDEs malah gak karuan,” pungkasnya.
Menanggapi pro kontra terkait penyelenggaraan Bimtek yang akan digelar, Ketua Apdesi Kabupaten Kuningan Linawarman saat ditemui di Kantor DPC Apdesi Kuningan menjelaskan, sesuai tema, Bimtek ini digelar untuk meningkatkan pemberdayaan di bidang hukum dan pemerintahan bagi Kepala Desa dan BPD.









































































































Discussion about this post