“Apdesi sifatnya penawaran kepada para Kepala Desa dan BPD. Kebetulan Kepala desa yang baru sekitar 203, mereka membutuhkan bimbingan teknis dalam hal pemahaman pemerintahan dan regulasi,” jelas Linawarman.
Linawarman menegaskan, dalam penyelenggaraan pemerintahan yang baik di suatu desa, diperlukan sinergisitas antara Kepala Desa (Kades) dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dalam menyusun dan merencanakan pembangunan desa yang berkelanjutan.
“Mudah-mudahan dengan adanya Bimtek ini antara Kepala Desa dan BPD jadi sinkron, sinergisitas dalam membangun desa. Bimtek ini sangat penting untuk membangun sinergisitas anatara Kades dan BPD,” lanjutnya.
Terkait pemilihan tempat, dirinya menjelaskan awalnya juga berpikiran dilaksanakan di Kuningan. Apdesi hanya menawarkan, namun atas berbagai pertimbangan agar lebih fokus dan atas kesepakatan bersama akhirnya tempat yang dipilih adalah Bandung.









































































































Discussion about this post