Disatu sisi, menurutnya, desa sedang disibukan dengan pandemi Covid-19, dari dana DD semua dari 600 sekarang harus mengeluarkan lagi 300, kemudian dianjurkan lagi membeli masker dengan jumah warga.
“kita mah berpikirnya yang positif saja. Kalau misalkan di Kuningan, di Kuningan juga fasilitas banyak, hotel dan lainnya. Sekarang narasumbernya kan yang membuka Bupati Kuningan, yang memberikan materi Kajeksaa Kuningan, Kapolres Kuningan, Inspektorat Kuningan, DPMD Kuningan, kenapa harus ke Bandung?,” ujarnya dengan nada bertanya.
Saat dihubungi melalui sambungan telepon, Kepala Desa Linggasana Kecamatan Cilimus yang juga menjabat sebagai Sekjen Apdesi Kab Kuningan Hj. Henny Rosdiana menjelaskan kebenaran surat tersebut dan Bimtek akan digelar sesuai jadwal yang tertulis.
“Kayaknya mah Jadi meureun (Bimtek), saya Ikut, kan Sekjen(Apdesi),” jawabnya. Salah satu Camat yang tidak mau disebut namanya sangat menyayangkan digelarnya Bimtek di saat masa pandemi Covid-19 ini. Apalagi kondisi keuangan desa yang sedang dalam kondisi sulit seperti saat ini.












































































































Discussion about this post