KOTA CIREBON (FC), – Kelurahan Kejaksan resmi melaksanakan program Padat Karya Tunai (PKT) pada Rabu (23/06). Program ini akan berlangsung selama dua bulan ke depan.
Sebelumnya, program padat karya telah diberlangsungkan di Kelurahan Sukapura, Harjamukti, dan Kalijaga. Nantinya akan ada lima kelurahan lagi yang akan menyusul.
Program PKT atau cash for work (CFW) di Kelurahan Kejaksan akan difokuskan untuk perawatan drainase. Hal itu diungkapkan oleh Ketua RW 02 Agus Wiriyatna.
“Warga sangat antusias sekali karena keadaan pandemi ini mempengaruhi keadaan ekonomi mereka. Kami akan fokus ke drainase baik yang terbuka dan tertutup, dan diakhiri dengan pengecatan di samping selokan,” katanya ketika ditemui FC.
Diketahui program ini diikuti oleh 115 peserta yang terdiri dari 15 tukang dan sisanya warga setempat. Selama dua bulan kedepan mereka akan mendapatkan uang sebesar Rp120.000 untuk tukang dan Rp90 ribu untuk warga dari pengerjaan program ini.
“Sebetulnya tidak ada masalah banjir di RW 02 ini, namun banjir kerap terjadi di RW lain,” ujar Agus.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Cirebon Eti Herawati turut hadir meresmikan program ini di Baperkam RW 02 Kelurahan Kejaksan. Ia berharap agar program ini bisa meningkatkan kondisi ekonomi masyarakat yang terkena dampak pandemi.
“Program padat karya pekerjanya dari lingkungan masing-masing, sehingga manfaatnya satu untuk menjaga lingkungan, dua gotong royong, dan terakhir bisa meningkatkan taraf kehidupan warga. Yang paling penting kita bisa menjaga lingkungan,” harap Eti.
Di tempat yang sama juga ditemui Tenaga Ahli Sosialisasi dan Komunikasi OC 6 Program Kotaku Jawa Barat, Sudrajat Gufron menjelaskan, anggaran untuk program ini adalah sebanyak Rp300 juta setiap kelurahan dan secara keseluruhan menghabiskan Rp2,4 miliar.
“Hampir 60 persen dari anggaran akan dialokasikan untuk membayar tenaga kerja, dan sisanya untuk belanja peralatan,” pungkas Sudrajat.
Ia menargetkan di Juni ini 8 Kelurahan telah terserap semua, sehingga nantinya bisa membantu masyarakat yang berpenghasilan rendah (MBR) untuk menggeliatkan ekonomi. (Melly/Job/FC)














































































































Discussion about this post