KAB. CIREBON, (FC).- Selama hampir lebih dari 200 tahun, keturunan Sultan Sepuh Ke IV Sultan Zainuddin Amir Sena kembali berkumpul dan kembali bersatu.
Berkumpulnya para keturunan Sultan Amir Sena ini dalam rangka untuk bersilaturahmi serta bertekad untuk bersatu menjaga peninggalan leluhur khususnya di Kesepuhan.
Pertemuan tersebut dilakukan di Pendopo Keratuan Singhapura Mertasinga Cirebon yang dihadiri oleh beberapa perwakilan, dimana keturunan Pangeran Abukayat Suryakusuma yakni Pangeran Makmur kartakusuma.
Dan dari keturunan Pangeran Jayawikarta diwakili oleh Pangeran Ilen Seminingrat, serta Pangeran Arya kidul diwakili oleh Raden Tatang, dan juga Pangeran Arya Kulon diwakili oleh Raden Riyanto.
Raden Udin Kaenudin menjelaskan, silaturahmi ini dijadikan sebagai momentum kebangkitan dari keturunan Sultan Zainudin Amir Sena untuk membangun Cirebon.
Dimana ada peninggalan dari leluhur yang sudah seharusnya dijaga dan dilestarikan.
“Hanya bersilaturahmi saja, karena sudah lama hampir 200 tahun kita ini terpisah dan tidak satu pendapat. Intinya hari ini kita sepakat untuk Islah dan bertekad untuk bersama menjaga peninggalan leluhur,” kata Raden Udin Kaenudin kepada FC, saat dihubungi melalui sambungan telepon, Senin (17/5).
Dirinya mengatakan, bersatunya 3 Keturunan Sultan Amir Sena ini layaknya perputaran alam laksana matahari terbit dari timur dan tenggelam di barat. Dimana itu merupakan roda kehidupan, hanya saja waktu dan pelakunya yang berbeda.
“Dalam sejarah pun mencatat, Cirebon didirikan dari Mertasinga bangkitnya Cirebon juga berasal dari Mertasinga. Kita sama-sama satu irama menuju kejayaan Cirebon kembali,” ungkap Raden Udin.
Pria yang juga menjabat sebagai Camat ini membantah bahwa pertemuan ini berkaitan dengan polemik perebutan kekuasaan di Kraton Kasepuhan.
Ia juga membantah bahwa pertemuan ini sebagai gerakan untuk merebut posisi Sultan Sepuh Kasepuhan saat ini.
“Jadi tidak ada hubungannya sama perebutan Sultan ya, sekali lagi kita hanya melakukan silaturahmi menjaga persaudaraan sesama keturunan Sultan Amir Sena. Kita hanya mempunyai tekad satu, yaitu menata peninggalan leluhur,” tutur Raden Udin. (Muslimin)












































































































Discussion about this post