KAB. CIREBON, (FC).- Kabupaten Cirebon dijuluki sebagai Jantung Rebana yang strategis dan penuh potensi yang memikat bagi investor.
Julukan tersebut disampaikan Bupati Cirebon, Imron pada acara Cirebon Economic Forum di ruang rapat Nyimas Gandasari, Setda Kabupaten Cirebon, Kamis (12/6).
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Cirebon, Dede Sudiono mengatakan, julukan Jantung Rebana memiliki arti dan makna mendalam.
Kebupaten Cirebon, menurutnya, memiliki keunggulan, baik dari sisi sumber daya manusia, infrastruktur, maupun posisi geografis.
Secara geografis kabupaten Cirebon terletak di tengah-tengah wilayah Ciayumajakuning yang meliputi Kota Cirebon, Kabupaten Cirebon, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Majalengka, dan Kabupaten Kuningan.
Lokasinya yang strategis membuat Cirebon menjadi simpul penting dalam pengembangan kawasan pertumbuhan ekonomi baru di Jawa Barat bagian Timur ini.
“Kabupaten Cirebon mempunyai potensi yang sangat luar biasa dari, pertama, Sumber Daya Manusia (SDM) unggulan yang dihasilkan oleh kampus-kampus ternama,” ungkap Dede
Pertama, adanya ITB Kampus Cirebon, pendidikan tinggi bergengsi yang menjadi magnet bagi mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia.
“Yang kedua, adanya Universitas Muhammadiyah Cirebon dan perguruan tinggi lainnya yang tersebar di wilayah kabupaten Cirebon,” lanjut Dede.
Sumber daya manusia yang dihasilkan dari kampus-kampus perguruan tinggi ini dapat memasok kebutuhan tenaga kerja di Kawasan Metropolitan Rebana.
“Itu yang jarang dimiliki oleh kabupaten/kota lainnya yang ada di Kawasan Metropolitan Rebana,” kata Dede.
Selain SDM yang menjadi salah satu unggulan utama, kabupaten Cirebon juga memiliki keunggulan infrastruktur transportasi.
Wilayah ini memiliki lima exit tol yang semuanya terhubung dengan jalur Tol Trans Jawa, memberikan kemudahan mobilitas barang dan orang dari dan ke berbagai daerah.
“Selain memiliki 5 exit tol tersebut juga adanya jalur kereta api double track yang beroperasi 24 jam, tidak seperti jalur selatan ke arah Bandung yang kalau malam sudah tidak ada kereta. Tapi di kita 24 jam dari Jakarta sampai dengan Jawa Timur.l,” tandasnya.
Nilai tambah lainnya yang menarik bagi investor adalah kabupaten Cirebon dekat dengan Bandara Internasional Kertajati di Majalengka.
“Ini juga jadi nilai plus kita, hanya berjarak 1 jam ke bandara internasional Kertajati yang ada di Majalengka,” ujarnya.
Secara geografis, kabupaten Cirebon memiliki komposisi dataran rendah 75 persen dengan jumlah penduduk yang relatif lebih banyak di kawasan Metropolitan Rebana.
“Penduduk kita kurang lebih sekitar 2,4 juta jiwa, dengan angka dan produktifitas tenaga kerjanya pasti lebih banyak, selain kita punya banyak tenaga-tenaga kerja siap pakai lulusan SMK, kita banyak tersebar LPK oleh sawsta. Dari pemerintahnya kita juga selenggarakan BLK, ” kata Dede
Kepala DPMPTSP Kabupaten Cirebon, Dede Sudiono mengatakan, penyelengaraan Cirebon Economic Forum merupakan rangkaian dari perhelatan besar yang acara puncaknya akan digelar bulan November mendatang di Kampus ITB Cirebon.
“Cirebon Economic Forum ini merupakan rangkaian acara menuju Cirebon Invesment Summit,” kata Dede kepada FC, Selasa (18/6).
Dikatakannya, sebelum pelaksanaan Cirebon Economic Forum yang digelar pekan lalu, DPMPTSP juga telah melakukan pertemuan-pertemuan dengan asosiasi dunia usaha seperti KADIN, APINDO, HIMKI, HIPMI dan sejumlah instansi, akademisi dan stakeholder terkait.
Prtemuan Cirebon Economic Forum ini dimaksudkan untuk menyamakan arah pandangan, baik di lingkungan pemerintah daerah maupun di kalangan pengusaha menuju Kabupaten Cirebon Ramah Investasi.
“Kita ingin menyamakan arah, menyamakan visi, menyamakan langkah dan tujuan. Karena yang namanya meningkatkan investasi di kabupaten Cirebon bukan pekerjaan kami saja, tapi pekerjaan semuanya,” jelas Dede. (Andriyana)














































































































Discussion about this post