Oleh: H. Khaerul Wahidin
Rektor Universitas Muhammadiyah Cirebon
Setiap manusia ditaqdirkan terlahir didunia menjadi makhluk Tuhan Yang Mulia, diberinya fitrah, dan diberi pula akal, jika berminat ditambah bonus hidayah itulah marwah manusia yng membedakan dengan makhluk lainnya di alam dunia
Ritual idul adha hanya ada 2 pertama taqarrub dlam bentuk bertakbir dan shalat ied dan kedua taqorrub dlm bentuk berkurban.
Taqarrub dlam bentuk bertakbir dan bersholat ied ( fasholli ) mengandung makna berdamai dgn dirinya dan sesamanya, Nahjussabil ihtada, walakinnal hawa fadlalla, alukhuwwa wal aqoida yusawi wa mutalazimani liajlil hayati, hidup tdk minat bersaudara sama dgn gila (annhl 92), bermusuh2n menjauhkan rizi, dan menghilangkan berkah dan bersolidaritas ( saling memahami, saling memberi dan saling melindungi. Sauyunan, sabilulungan, ragum, damai) membuat daya tahan ,( imun) dari berbagai bentuk pandemi.
Berkurban merupakan amalan utama idul adha hikmahnya
1. Tiada henti belajar sabar dan ikhlas
2. Tanda adanya Cinta Allah
3. Bergembira menegakkan syiar agama
(ketiganya lillah. Mahabbatillah.Syaarillah) sebagai jalan utama menuju Taqwa derajat mulia dihadapan Allah.
Disisi lain kurban berrti melakukan perlindungan sosial dgn cra berbagi melakukan misi sosial yng luhur dengan memberikan sedekah atau hadiah daging kurban kepada orang yng tidak pernah atau sangat jarang merasakan daging karena tidak mampu membelinya.
Pada saat pandemi covid ini yg entah kapan virus itu kabur dr muka bumi, bahkan pada minggu2 terakhir ini pertambahan kasus positif diatas angka 1000 orang perhari, ada yang mengatakan diatas angka 2000 orang, ibadah menyembelih hewan qurban memberikan arti penting bagi perlindungan sosial, jumlah orang miskin bertambah akibat pengangguran dan PHK seningga mencapai angka 50 jt ( 25 %) ,ini fenomena yg memprihatinkan, karena disinyalir nabi ” hampir2 kemiskinan dan kefakiran mendekatkan kepada kekufuran”. Maka disamping yng mampu lebih termotivasi membantu dng berkurban dan sedekah, juga bersama masyarakat mengentaskan kemiskinan dlm bentuk meningkatkan upaya memberi solusi dg kerja keras ( kultur). Mendorong pemerintah untuk berlaku adil (struktural) dan secara natural pandemi ini di usir dgn persatuan dan kebersamaan untuk saling mengingatkan ttg kedisiplinan dan kehat2an ( fala tastajilun/ Ahqof 35)
Dunia Islam sejatinya memiliki potensi besar untuk menjadi kekuatan peradaban ( potensi
Doktriner, historis dan sosiologis) namun secara sosiologis telah durusak oleh politik adu domba dan permusuhan, sehingha nyatanya umat Islam sendiri tega membantai sesamanya, karena berebut kepentingan dan kekuasaan pirmidial. Contoh yng paling aktual adalah HuGIA SHOPIA dr musium diubah menjadi Masjid di Turki, yngbmengkri
tik orang Islam, padahal di Eropa banyak peninggalan kejayaan Islam berupa masjid diubah menjadi gereja seperti yng terjadi di granada dan savilla spanyol, tidak bereaksi apa2, bahkan yng lebih tragis, ada muslim yg menjdi penguasa kecil2n di desa dgn brutal nya berteriak hendak menghancurkan masjid
Pesantren dan mandrasah/ sekolah Islam.Bilamana manusia di muka bumi ini sudah keterlaluan tinggal tunggu saja laknat dan kehancurannya. Akmaidah 79
Maka hidup terhormat dan bermarwah mulia adalah menjaga harkat dan martabat kemanusiaan. Tidak jumawa ketika berkuasa diberi amanah, toh hidup ini tidak lama, bahkan sebentar saja, ” jika badan berkalang tanah, hanya budi yng dikenang” ikhfadz linafsika, dzakaral insan faumrukassan,” sebagai akhir perhatikanlah pantun Hamka yng menginspirasi ” Ujung akal adalah fikir pangkal agama adalah dzikir”marilah jernihkan fikir, beningkan hati, lipat gandakan semangan bermamal dan berjihad menuju keridlaan Allah swt.
10 sifat nabi saw dalam beramal dan berjihad yng wajib diikuti agar terwujud kedamaian dan kesejahteraan masyarakat
1. Memperbanyak kawan, berukhuwah. Berlapang dada
2. Luas pandangan memegang teguh ajaran Islam
3. Beragama dan Bermasyrakat dgn mengindahkan hukum
4. Beramar makruf nahi munkar dg memberi teladan kebaikan
5. Aktif mengikuti perkembangan masyarakat
6. Bekerja sama dengan semua golongan muslim
6. Selalu membantu pemerintah dalam memelihara negara dan melindungi rakyatnya
7. Bersikap adil, sll otokritik dan ekstra kritik secara bijaksana
8. Bisa bekerjasama dengan semua gololongan ats dasr kemanusiaan, tanpa memandang primordial dan konvensional
9. Berprinsip menyelamatkan satu jiwa sama dengan menyelamatkan seluruh ummat manusia
10. Memberi solusi dalam arti slalu tampil ditengah masyarakat sebagai solutif menebar rahmatan lil alamin.
Menjadi hidup selalu dalam kebaikan dan kebajikan tidaklah mudah, maka senntiasalah berdoda, mengharap berkah dan ridlanya agar kita selalu dilimpahkan dgn rahmatNya kesehatan dan kemajuan serta rizqi yng berkecukupan, seperti yng dicobtohkan Nabi Ibrahim As, sosok manusia teladan yng memiliki wawasan luas dalam berpegang ats ketaataan terhadap peraturan yng digariskan Tuhan, diantaranya dlam memberikan pendidikan kepada putranya Ismail As, seperti dijelaskan dalam surat Assofat 100-113. terlihat dialog edukasi ibahim dg Tuhannya dan sekali waktu dgn putranya Islmail dan Ishak, dgn penekanan frase pendidikan karakter dalam arti menumbuhkan kecerdasan dan kelembutan hati, dlm ayat2 tadi disebut 5 diksi, solihin. Halim, sobirin, muhsinin, mukminin, bahkan 2 kali disebut kata solihin dan muhsinin sebagai penanda orang yng baik.
Bila kita perhatikan pendidikan pada saat ini, telah tercerabut dari akar essensinya, nilai2 moral dan karakter telah longsor tdk lg memiliki dsar pijak yng kuat, telah luruh dan rapuh dimakan rayap kapitalis, utuk mengejar harta mnusia sekarang ini bangga dengan menjual hoax, daya nalar telah sirna, kemampuan loyalis kritis tdk tumbuh karena peserta didik tdk lg memiliki daya cognitiv yng kuat, ttp telah ditelan menjadi cognitiniv lazies (malas berfikir) sehingga mreka menjadi teroris sosial, lembags pendidikan berubah menjadi lembaga pengajaran, hasilnya melahirkan mansia tumpul nalarnya dan rusak senangatnya, malas bekerja tp mwnginginkan penghasilan yng besar, perangainya kasar dan kejam, pendidikan tdk lgi terlahir dari rahim kemanusiaan yng berkeadilan dan berkeadaban, maka sama artinya nihilusme pendidikan, berrti bangsa ini tidak memiliki masa depan yng mencerahkan, digembar gemborkan hanyalah progeresivitas penghasilan material, tdk ada kebanggaan keteladadan peradaban. Berubahnya lembaga pendidikan menjadi lembaga pengajaran yng telah menggerus dan melongsorkan keadaban, diperparah lagi dgn efek samping media pembelajarannya sebagi konsekwensi gererasi virtual yng akrab dg daya pikat internet yng rentan thp cybr pornografi, sadisme dan trafiking yng secara psikologis lantaran lemahnya pengawasan atau tepatnya sulitnya pebgawasan guru dan orang tua menjadikan masa depan bangsa semakim gelap, kelam dan suram. Maka saatnya umat Islam bagun dan bangkit memberi solusi, karena problematika keummatan lebih banyak disebabkan karena umat itu srndiri, alislamu mahjubun bil muslimin.
Suasana idul Adha 1441 h relatif masih sama dgn idul fitri tahun yg sama dlm suasana covud 19. Pelkasanaan ibadah kurban dan shlat id menggunakan protokol yng ketat, bahkan ibadah haji jamaah indonesia terpaksa diundur, tentu menimbulkan kesedihan para jamaah yng telah menunggu dgn antrian yng sangat panjang.
Idul adha dikaitkan dgn idul haj mengajak kita membangun ukhuwah islamiyah, solidaritas insaniyah dengan tazkiyah annfsiyah melalui gemuruh takbir yng membahana di angkasa di seantero benua, seraya bersama mengumandangkn takbir, tahmid, tahlil memuji keagungan ilahi, menguatkan tauhidullah dan bertekad senantisa menghadirkan asma Allah, menghadirkan iman, menghdairkan syukur kepada Allah dalam setiap relung kehidupan, yg seringkali absen dan alpa pada diri manusia.
Ketiadaan hadirnya iman dalam relung hati, acapkali manusia telah kehilangan jt dirinya sebagai manusia, akhirnya manusia menjadi kotor jiwanya.gelisah, rakus, serakah , nafsunya menjadi raja dlm hidupnya dan perangainya bukan lagi manusia trrutama dlm berebut harta dan kuasa tanpa peduli terhadap nilai kemanusiaan yng lembut dan penuh kasih sayang, inilah yng kita saksikan dlm kehidupan zaman jahiliyah modern.
Semangat berkurban bertitik tolak dari awal sejarahnya yng di sebutkan dlm surat assafat 101-107 sebagai puncak ujian nabi Ibrahim yng diperintah menyembelih putranya nabi Ismail, siapa orangnya yng rela menyakiti anak kandungnya sendiri, bahkan tega membunuhnya, namun karena perintah Allah, dan sebelum dilksanakan printah tsb Ibrahim sempat berdialog lembut dgn putaranya, dan berpesan dgn istrinya agar mmpu mengusir bisikan syaitan yng menggoda dan menghalanginya, ini pertanda atau itibar untuk taat kepada Allah diperlukan keseriusan dan sungguh2, disertai keikhlasan sepenuh jiwa dan raga yng akan membawa kemulyaan dan marwah kehidupan dunia sampai akherat albaqorah 142. diheladkan bahwa kemulyaan Nabi Ibrahim dari Allah SWT, diawali dari berbagai rintangan dan ujian yng dijalani Ibrahim AS, maka menjadi suatu aksioma, bahwa semakin tabah menghadapi cobaan hidup semakin besar peluang untuk meraih kebaikan dan kesuksesan, jadi iedul Adha bagi yng merayakannya patut menjadi mementum meraih kebaikan, kesuksesan serta keberkahan dalam menjalani kehidupan, dan pafa sisi lain tidaklah hidup ini diteror oleh diri sendri maupun orang lain dalam menghadapi krisis, dari cobaan hidup dan kriris hidup termasuk pandemi cofid membawa hikmah tersembunyi, agar kita memperbaiki diri, kemudian melakukan perubahan kearah yang lebih baik. Semoga kita mampu menangkap hikmah dari hadirnya idul adha.Amiin.












































































































Discussion about this post