KAB. CIREBON, (FC).- Desa Cipanas, Kecamatan Dukupuntang kaya akan potensi wisata alam. Namun sayangnya potensi ini belum tergarap maksimal. Butuh perhatian khusus dari pemerintah.
Salah satunya adalah Bumi Perkemahan (Buper) Pasir Parat Blok Pager Gunung. Tempat wisata Buper ini terlihat masih kurang fasilitas umum seperti toilet.
Menurut Kuwu Desa Cipanas, Maman Sudirman, tempat ini baru setahun dilakukan penataan. Wilayah tersebut merupakan milik Perhutani.
Kawasan ini memiliki potensi destinasi wisata yang cukup besar. Sehingga, butuh promosi dan dukungan khusus dari pemerintah.
“Ini baru dibuka Juni tahun lalu. Kita diizinkan Perhutani untuk mengelola tempat ini tanpa merusak lingkungan juga menebang satupun pohon disini. Akhirnya, kita rapihkan dan gunakan untuk dijadikan bumi perkemahan,” terangnya kepada FC, Senin (7/6).
Harapannya, tentu dapat meningkatkan jumlah pengunjungmiliki banyak pengunjung yang nantinya uangnya dapat diputar untuk kebutuhan penataan.
Buper ini dikelola oleh 10 pemuda yang tergabung dalam kelompok Pagar Gunung Indah Permai (PGIP).
Kawasan Buper ini jelas, masih membutuhkan banyak penambahan fasilitas seperti spot foto, flying fox, dan toilet.
Akan tetapi, guna menambah fasilitas tersebut membutuhkan biaya yang cukup banyak serta izin dari pihak Perhutani.
“Kita ingin menambah banyak spot foto, kalau rencana sih ada track sepeda juga mengelilingi buper. Tapi kita juga perlu dana dan juga menyelesaikan proses perizinan, yang kita ajukan untuk destinasi wisata di buper ini ke perhutani itu sekitar 22 hektare,” katanya.
Meski begitu, kawasan buper ini sudah ramai dikunjungi orang baik dari Cirebon dan sekitarnya.
Setidaknya ketika hari minggu tiba, terdapat 100 motor yang masuki kawasan buper ini, hanya untuk makan bersama, atau diskusi, main, dan lainnya.
Karena disebut buper, tempat ini juga banyak dikunjungi kelompok pemuda-pemudi yang berkemah.
“Karena belum punya izin belum berani menarik uang untuk tiket masuk. Jadi, kita cuma tarik uang untuk parkir. Dan kalau ramai itu tiap hari Minggu paling nggak ada 100 motor yang masuk. Terus kalau yang kemah itu kadang 30 orang yang masuk tapi terbagi dari beberapa kelompok yang berbeda,” jelasnya.
Pengelola Buper Datuk menyampaikan, yang berkemah di Buper Pasir Parat ini hampir seluruhnya berasal dari luar Cirebon. Yaitu, Majalengka dan Indramayu.
Sedangkan, untuk orang Cirebon nya sendiri hanya beberapa yang itupun mayoritas hanya berkunjung untuk bermain saja.
“Kebanyakan dari Majalengka, dan Indramayu pun ada kalau dari Cirebon yang camping disini belum ada,” ucapnya.
Untuk berkemah di buper ini pun tidak dikenakan biaya yang mahal, yaitu Rp10 ribu per orang.
Bukan tidak ingin mematok harga, tetapi kembali pada masalah perizinan atas fungsi lahan milik perhutani tersebut yang masih dalam proses. (Sarrah)














































































































Discussion about this post