“Karena banyak anak dan orang tua yang stres, akibat adanya PJJ ini. Sudah ada laporan yang masuk,” ujar Fifi.
Selain program pendampingan PJJ, pihaknya juga akan melaksanakan program kesehatan terhadap anak.
Menurutnya, banyak anak di Kabupaten Cirebon yang memiliki penyakit serius, seperti kanker. Oleh karena itu, pihaknya akan menjalankan program kesehatan anak dan membantu pemulihan kesehatan tersebut.
Di tempat yang sama, Ketua KPAI Pusat, Susanto mengatakan, PJJ memang menjadi tantangan tersendiri bagi anak dan orang tua. Dalam kegiatan ini, KPAID Kabupaten Cirebon, diharapkan untuk bisa terlibat dalam mewujudkan pembelajaran yang ramah anak.
“KPAID agar bisa menciptkana PJJ yang ramah bagi anak dan membuat anak bahagia,” ujar Susanto.
Ia juga meminta kepada pengurus KPAID Kabupaten Cirebon untuk bisa ikut meningkatkan kualitas ketahanan keluarga. Karena menurut Susanto, angka perceraian di Kabupaten Cirebon cukup besar. Tentunya, hal tersebut cukup memberikan dampak bagi anak.
Menurut Susanto, untuk mengatasi hal tersebut, KPAID Kabupaten Cirebon juga, bisa mendorong untuk mengajukan formula bimbingan calon pengantin yang memiliki perspektif perlindungan anak dan ramah anak.
Dengan adanya peningkatan kualitas ketahanan keluarga, maka nantinya tidak ada lagi anak yang menjadi korban. “KPAID harus bisa mendorong peningkatan kualitas ketahanan keluarga,” kata Susanto. (Ghofar)










































































































Discussion about this post