KUNINGAN, (FC).- Keluhan masyarakat dan menilai amburadulnya Pameran Pembangunan Kuningan mendapat tanggapan dari Komisi II DPRD Kuningan. Bahkan akan melakukan pemanggilan terharap penyelenggara yaitu Perumda Aneka Usaha Kuningan (PDAU).
Sekretaris Komisi II DPRD Kuningan Saw Tresna Septiani menyampaikan, Pameran Pembangunan harusnya menginformasikan kinerja pembangunan saat ini. Apabila sudah tersosialiasikan, diharapkan dapat meningkatkan partisipasi dalam menyukseskan pembangunan di tahun selanjutnya.
“Saya sendiri memaknai Pemaran Pembangunan ini merupakan sarana silahturahmi, hiburan, dan rekreasi masyarakat. Kemudian melalui bazar pelaku usaha mikro kecil dan menengah dapat berkesempatan untuk memperkenalkan produk mereka sehingga bisa menarik dan mendatangkan konsumen atau pengunjung,” ungkap Saw Tresna, Senin (5/9).
Dengan makna tersebut, lanjut Anggota DPRD dari Fraksi Partai Golkar itu juga menimbau agar masing-masing stand dapat dipersiapkan dengan baik dari segi tampulan maupun informasinya. Ketertiban serta keamanan pengunjung dan semua yang terlibat dalam pelaksanaan pameran juga merupakan bagian penting untuk diperhatikan.
Adapun kaitan keluhan yang ada, lanjut Saw Tresna, pihaknya akan melihat lagi ke lapangan, dan informasi tersebut akan dikomunikasikan dengan pimpinan dan anggota Komisi II lainnya.
“Kalaupun memang ternyata apa yang dikeluhkan terjadi, apalagi terkait keselamatan pengunjung, maka persoalan ini merupakan kewajiban kami selaku wakil rakyat untuk bisa menyelesaikannya, nanti kita akan minta penjelasan dari PDAU juga,” ungkap Saw Tresna.
Terpisah, Ketua Komisi II DPRD Kuningan, Mohamad Apip Firmansyah engga berkomentar masalah Pameran Pembangunan. Karena baginya PDAU belum ada silahturahmi sejak dilantik hingga saat ini. Sedangkan pihaknya merupakan mitra kerja dengan PDAU itu sendiri.
“Apa ya yang mau dikomentari, sejak dilantik sampai sekarang aja belum pernah silahturahmi, kenal juga engga, tapi kalau memang di lokasi Pameran Pembangunan ada masalah kita akan turun,” ujar Apip singkat.
Seperti diberitakan kemarin, Pagelaran Pemeran Pembangunan Kuningan dinilai masyarakat tidak sempurna, dan menampilkan banyak kekurangan yang menunjukan kegagalan penyelenggara Pameran Pembangunan Kuningan.
Seperti keluhan beberapa SKPD yang ikut andil dalam pameran pembangunan atas stand yang mereka sewa, dimana tidak ada penyekat antar stand, sehingga membuat biaya dekorasi lebih membengkak dari ajang pemeran sebelumnya.
“Mana ini stand sudah mahal harga sampai Rp9 Juta, dulu harga cuma Rp3 juta ada penyekat, ini tidak ada, jadi biaya dekorasi juga dobel,” ujar narasumber yang enggan dikorankan namanya, Minggu (4/9).
Kemudian, lanjutnya, stand SKPD juga panas, tidak seperti sebelumnya maski pengunjung banyak tapi tidak panas seperti saat ini, dia menyakini kurangnya pendingin ruangan dalam stand SKPD.
“Mungkin pendinginnya kurang, dulu tidak seperti ini,” ujarnya lagi.
Selain itu, dia juga menyangkan tidak rapinya penataan lantai untuk area Loader (stand SKPD) sehingga masih banyak lantai yang tidak rata, dan ada juga yang terangkat Ketika terinjak.
“Kemarin saya liat banyak orang tersadung disitu, bahkan ada anak kecil sampai jatuh, kan harusnya tidak terjadi seperti ini,” ungkapnya.
Sementara itu, masyarakat yang datang ke Pameran Pembangunan, Reni juga menyangangkan pemasangan dan penataan terkesan asal-asalan. Terlihat pada pintu masuk untuk stand SKPD ada gapura buatan, dimana ada foto bupati dan wakil bupati, namun sayangnya ada pemandangan tidak sedap.
“Itu foto bupati dan wakil di pintu masuk masa pakai triplek bekas, apa tidak bisa di cat ulang sehingga lebih rapih dan bagus, kan gapura ini wajah pemerintahan, sayang sekali,” ungkap Reni.
Selain itu, Reni melihat Pemeran Pembangunan kali ini lebih terkesan dengan pasar malam, ketimbang agenda resmi dari Pemeran Pembangunan itu sendiri.
“Mungkin penataannya kurang pas, sehingga Pemeran Pembangunan tertutup dengan kekumuhan pedagang kaki lima,” ujarnya lagi.
Sementara itu, Direktur PDAU Kuningan Hj. Heni Susilawati hingga pukul 20.08 Wib hanya menjawab akan melakukan koordinasi dahulu dengan pengunjung dan vendor agar bisa clear dalam menjawab. (Ali)

















































































































Discussion about this post