KOTA CIREBON, (FC).– Ketua DPRD Kota, Affiati mengklarifikasi terkait video yang beredar di masyarakat mengenai hilangnya kata “Khilafah” pada kutipan ikrar yang diucapkan bersama dengan Forum Cirebon Bersatu, Senin (6/7).
Atas dasar itu, Affiati menyampaikan permohonan maaf atas kekhilafan dia pada saat menerima audiensi forum Cirebon bersatu pada hari Senin lalu.
“Kemudian ibu Wakil Ketua DPRD, Fitria Pamungkaswati menawarkan agar semua yang hadir berikrar membaca naskah ikrar yang sudah disiapkan,” kata Afiati kepada FC, Jumat (10/7).
Saat itu, auedensi meminta membacakan terlebih dahulu draf naskah ikrar, sebelum mengambil sikap dan menyetujui ikrar tersebut. Setelah dibacakan, pada poin ke-3 yaitu Demi Allah kami bersumpah akan menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia dari pengaruh paham komunisme, leberalisme, leninisme, sekularisme dan khilafah.
“Saat dibacakan oleh ibu Fitria, pas kata sekularisme massa bertempuk tanggan sehingga kata khilafah itu tidak terdengar,” tuturnya.
Pihaknya melanjutkan, kemudian giliran Ketua DPRD memimpin membacakan ikrar, pada poin ke-3 terdapat kata komunisme dan khilafah dan dibawahnya ada tambahan tulisan tangan yakni liberalisme, leninisme dan sekularisme.
“Inilah yang membuat saya bingung dalam menyusun urutan bacaan, karena jujur konsep ikrar datangnya dadakan dari ibu Fitria yang disampaikan kepada saya saat itu,” jelasnya. (Sakti)











































































































Discussion about this post