KAB. CIREBON, (FC).- Yayasan Pendidikan Swadaya Gunung Jati (YPSGJ) Cirebon meminjamkan Rusunawa kepada pemerintah Kabupaten Cirebon untuk menangani lonjakan kasus Covid-19 di Kabupaten Cirebon.
Lokasi Rusunawa itu berada di Desa Sampiran, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon
Tim Ahli Epidemiologi YPSGJ, Suherli mengatakan, YPSGJ turut mendukung program-program pemerintah daerah baik untuk pemerintah kota maupun pemerintah kabupaten Cirebon.
Apalagi saat ini sedang dalam kondisi kegawatan dalam penanganan Covid-19.
“Kebetulan Rusunawa ini ada di wilayah kabupaten Cirebon, dibangun itu tahun 2019. Dan kita mau pakai tahun 2020 keburu Covid dulu dan mahasiswa masih WFH dan sampai sekarang belum dimanfaatkan sama sekali,” kata Suherli kepada wartawan, Senin (12/7)
Suherli menambahkan, pihaknya hanya memberikan fasilitas ini untuk membantu program pemerintah. Menurutnya, untuk fasilitas penunjang lainnya, dikembalikan kepada pemerintah daerah.
“Kita hanya pinjamkan tempat saja, dan sampai kapan? sesuai dengan kebutuhan pemerintah daerahnya, mau sampai kapan,” tukasnya.
Bupati Cirebon, Imron Rosyadi usai meninjau lokasi Rusunawa mengungkapkan terima kasih kepada YPSGJ yang telah meminjamkan suatu tempat sebagai alternatif tempat isolasi mandiri bagi masyarakat kabupaten Cirebon.
“Alhamdulillah tempatnya sangat representatif untuk dipakai tempat isolasi mandiri bagi masyarakat kabupaten Cirebon, jadi masyarakat tidak ada lagi istilah bahwa masyarakat nanti ditolak oleh rumah sakit karena tempatnya tidak ada, dan kita sudah sediakan tempat ini,” kata Imron.
Imron menyebut, Rusunawa ini mampu menampung 84 pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19, karena memiliki 42 kamar yang telah dilengkapi dengan dua tempat tidur, dua lemari, dan pendingin ruangan serta kamar mandi di dalam.
“Kita dipinjamkan Rusunawa ini tidak ada batas waktu, ingin batasnya sampai Covid-19 ini tidak ada lagi. Kalau peruntukan untuk siapa? Rusunawa ini adalah untuk pasien yang tidak bergejala, karena rumah sakit penuh. Dan besok jika ada yang mau menempati, sudah mulai bisa digunakan,” tukasnya.
Di tempat yang sama, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon, Enny Suhaeni menjelaskan, meski Rusunawa ini di tengah pemukiman penduduk, namun pihaknya meminta masyarakat untuk ikut membantu, bukan mengucilkan apalagi menolak.
“Kita memang belum lakukan sosialisasi, tetapi memang seharusnya begitu dukung dan bantu program pemerintah dalam menangani kasus Covid-19,” kata Enny.
Ditambahkan Enny, untuk kelengkapan serta penunjang sarana dan prasarana Rusunawa ini pihaknya akan memasang hepa filter. Hepa filter ini, lanjut dia, untuk memfilter virus-virus yang ada di dalam Rusunawa agar tidak kemana-mana.
Selain itu, masih kata dia, limbah-limbah medis nya pun akan dikelola oleh ahlinya.
“Sekali lagi masyarakat tidak perlu takut. Dukung pemerintah untuk menangani Covid-19 ini, karena masyarakat yang terkonfirmasi positif Covid-19 ini butuh temoat ruang isolasi mandiri,” ungkap Enny.
Kemudian, keamanan lainnya, tenaga medis yang akan menangani pasien-pasien di Rusunawa ini akan dilengkapi dengan alat pelindung diri (APD) yang standar.
“Jadi selain tempat isolasi ini (Rusunawa,-red), kita juga memiliki aula-aula rumah sakit daerah dan juga 11 puskesmas dengan tempat perawatan untuk merawat pasien-pasien Covid-19 baik yang bergejala maupun tidak,” tukasnya. (Ghofar)













































































































Discussion about this post