KAB.CIREBON, (FC).- Upaya pencarian dua pelajar yang tenggelam di Sungai Sungai Cisanggarung, Desa Waled, Kecamatan Waled, Kabupaten Cirebon, terus dilakukan hingga hari kedua, Kamis (23/4).
Selain pencarian intensif oleh tim SAR gabungan, keluarga korban juga menempuh berbagai ritual tradisional sebagai bentuk ikhtiar batin.
Ritual yang dilakukan antara lain melarung itik ke sungai, mengalirkan air doa, menebar kembang tujuh rupa, hingga menghanyutkan pakaian milik korban. Tradisi tersebut masih kerap dilakukan sebagian masyarakat pedesaan di tengah musibah serupa.
Kuwu Desa Pakusamben Arif Solihin mengatakan kondisi psikologis keluarga korban sangat terpukul karena hingga kini jasad korban belum ditemukan.
“Ini bentuk ikhtiar keluarga. Kami memahami kegundahan mereka karena korban belum ditemukan,” ujarnya.
Menurut dia, seluruh upaya yang dilakukan, baik pencarian teknis maupun doa keluarga, pada akhirnya diserahkan kepada kehendak Tuhan.
“Semua kita kembalikan kepada Allah SWT. Harapannya korban segera ditemukan, apa pun kondisinya,” katanya.
Sementara itu, tim SAR gabungan bersama warga masih terus melakukan penyisiran di sekitar lokasi tenggelam dan sepanjang aliran sungai.
Keluarga korban berharap pencarian segera membuahkan hasil agar proses pemakaman dapat segera dilakukan. (Nawawi)















































































































Discussion about this post