KAB.CIREBON, (FC).- Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Bakti Nagari, Desa Bobos, Kecamatan Dukupuntang, kembali memanen timun untuk kedua kalinya. Pada panen kali ini, hasil produksi mencapai lebih dari 5 kuintal.
Ketua BUMDes Bakti Nagari Tati mengatakan, pola panen dilakukan bergiliran setiap dua hari, yakni satu hari panen dan satu hari jeda.
Langkah tersebut diterapkan untuk menjaga kualitas serta ukuran timun agar sesuai kebutuhan pasar.
“Sekarang hasilnya lebih banyak, tapi tetap disesuaikan dengan ukuran. Kalau terlalu besar justru kurang diminati. Pasar lebih membutuhkan ukuran sedang untuk konsumsi rumah tangga,” ujarnya, Kamis (23/4).
Ia menjelaskan, seluruh hasil panen saat ini dipasarkan ke sejumlah pasar tradisional di wilayah Kabupaten Cirebon. Sementara untuk memasok program Makan Bergizi Gratis (MBG), pihaknya belum dapat berpartisipasi karena menyesuaikan kebutuhan menu harian.
“Panen kedua ini dapat lebih dari 5 kuintal. Harga sekarang sedang turun sekitar Rp4.000 per kilogram, tapi kalau normal bisa di kisaran Rp6.000 sampai Rp7.000,” katanya.
Lahan budidaya timun yang dikelola BUMDes Bakti Nagari mencapai hampir dua hektare dan terbagi di dua lokasi. Lokasi pertama masih dalam tahap penanaman, sedangkan lokasi kedua telah memasuki masa panen.
Menurut Tati, sistem tanam bertahap tersebut dilakukan agar produksi timun dapat berlangsung berkelanjutan tanpa terputus.
“Ini masih tahap awal, jadi hasilnya masih diputar untuk biaya produksi. Panen sekarang juga untuk tambahan modal perluasan lahan, sehingga omzet bersihnya belum bisa dihitung,” jelasnya.
Ke depan, BUMDes Bakti Nagari berencana mengembangkan komoditas pertanian lain, seperti durian. Pengembangan itu diharapkan menciptakan kawasan pertanian terpadu dengan berbagai jenis tanaman, mulai dari padi, timun hingga buah-buahan. (Johan)










































































































Discussion about this post