Dewi menambahkan, kali ini sebanyak 40 karyawan Pertamina di bidang operasi dan peremajaan ikut ambil bagian dalam kegiatan ini.
Tak hanya simulasi, peserta juga diberi pembekalan berupa teori dan SOP, supaya memahami dan dapat melakukan sesuai prosedur yang berlaku di Pertamina dan best practice perusahaan migas dunia.
Simulasi Kerja Aman ini dilakukan sebagai bentuk implementasi pedoman 12 Corporate Life Saving Rules sebagai semangat HSSE yang berada dalam setiap aspek pekerjaan.
“Pertamina berkomitmen dalam menjunjung perilaku dan budaya HSSE yang manfaatnya akan dirasakan bagi diri sendiri, bagi keluarga, dan masyarakat di sekitar kita,” tambah Dewi.
Senada dengannya, Zakiudin salah satu peserta simulasi merasa kegiatan semacam ini akan sangat membantu dalam pekerjaannya.
“Saya belum pernah mengikuti upskilling sea survival sebelumnya. Sebagai pekerja operasi, khususnya Loading Master yang lingkup kerjanya di dermaga/laut, pelatihan ini sangat saya butuhkan sebagai dasar survival diri sendiri maupun menyelamatkan rekan kerja/pihak lain yang membutuhkan pertolongan di laut atau pada saat keadaan darurat,” tambah Zakiudin yang merupakan pekerja dari Fuel Terminal Tanjung Gerem, Banten. (Andriyana)












































































































Discussion about this post