KOTA CIREBON, (FC).- Permasalahan sampah di Kota Cirebon masih menjadi persoalan klasik. Penutupan sejumlah Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPSS) tidak menyelesaikan masalah, malah saat ini muncul TPSS liar.
Ketua Komisi II DPRD Kota Cirebon Watid Syahriar, menyoroti pengangkut sampah dari TPSS ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Kopiluhur. Kemudian masih adanya sampah yang di jalanan, ini diperlukan penanganan serius dan upaya pengurangan sampah.
“Perlu diperhatikan DLH, pengangkutan sampah ini ritasinya perlu ditambah. Sehingga tidak terjadi penumpukan sampah di TPSS. Petugas penyapu jalan juga diperbanyak terutama di jalan protokol,” jelas Watid seusai rapat kerja dengan DLH Kota Cirebon, Rabu (15/7).
Watid mengatakan, penanganan persampahan di Kota Cirebon, agar berpijak pada kebijakan Kementerian Lingkungan Hidup. Yaitu kepada seluruh daerah agar bisa melaksanakan program pengurangan sampah sebesar 30 persen.
Kebijakan tersebut teknisnya diserahkan langsung kepada daerah. Di Kota Cirebon sendiri sudah berjalan 2,5 tahun. Pada saat itu, salah satunya yaitu program yang direalisasi adalah pembuatan bank sampah. Akan tetapi, hasilnya tidak sesuai dengan harapan.

















































































































Discussion about this post