Apalagi sebagai kota tujuan wisata dengan target 2 Juta wisatawan. Otomatis volume sampah di Kota Cirebon terus meningkat, sementara infrastruktur yang dimiliki belum mumpuni.
“Kami akui memang sampah ini persoalan yang tidak kunjung usai. Target wisatawan sebanding dengan sampah yang dihasilkan,” ucapnya.
Syukur menjelaskan, DLH diberikan anggaran pada tahun ini sebesar Rp6 milyar. Anggaran tersebut digunakan untuk biaya operasional dan perawatan. TPSS di Kota Cirebon sendiri bertahap dihilangkan diganti dengan TPSS mobile.
“Kami gunakan dengan maksimal dengan anggaran yang ada,” katanya.
Dari data yang ada, lanjut Syukur, DLH memiliki Dump truk 19 unit rinciannya 3 unit baru 2 dan unit rusak. Amrol besar memiliki 3 unit dan 1 rusak. Amrol kecil 8 unit dan 1unit baru. Pick up 10 unit, 3 unit bantuan CSR. Loder 1 unit, Street sweeper 2 unit.
“Sebagian ada yang rusak kemudian sudah tua jadi sering rusak,” tandasnya. (gus)

















































































































Discussion about this post