KAB.CIREBON, (FC).- Ratusan guru honorer di Kabupaten Cirebon dilanda kecemasan menyusul beredarnya surat edaran Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah terkait penataan tenaga non-ASN yang ditafsirkan berpotensi berujung pada penghentian honorer pada 2026.
Kabar tersebut menyebar cepat di kalangan tenaga pendidik dan memicu keresahan, terutama bagi guru honorer yang telah lama mengabdi namun belum memiliki status kepegawaian tetap.
Sejumlah guru mengaku belum menerima kejelasan resmi terkait penerapan kebijakan tersebut di daerah. Ketidakpastian itu membuat mereka khawatir kehilangan pekerjaan.
“Kalau benar ada penghentian, kami terancam tidak punya pekerjaan mulai tahun depan,” ujar salah seorang guru honorer, Senin (4/5).
Kondisi ini tidak hanya menimbulkan kekhawatiran, tetapi juga berdampak pada psikologis para guru. Mereka menilai, meski masih sebatas surat edaran, informasi yang belum jelas justru memunculkan spekulasi di lapangan.
Para guru honorer juga mempertanyakan arah kebijakan pemerintah yang dinilai belum berpihak pada nasib tenaga pendidik non-ASN.
Mereka berharap pemerintah memberikan kepastian status dan meningkatkan kesejahteraan, khususnya bagi yang belum tersertifikasi.
“Harusnya ada solusi yang jelas, bukan justru menambah kecemasan,” kata guru lainnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon, Ronianto, menegaskan bahwa surat edaran yang beredar belum bersifat final dan belum menjadi kebijakan yang wajib diterapkan di daerah.
Menurutnya, pemerintah daerah bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan segera membahas persoalan tersebut untuk mencari langkah terbaik.
“Pekan ini akan dibahas di tingkat provinsi bersama seluruh kepala dinas pendidikan se-Jawa Barat,” ujarnya.
Ronianto menilai, kebutuhan tenaga pendidik di daerah masih tinggi, sehingga keberadaan guru honorer tetap diperlukan. Di Kabupaten Cirebon, jumlah guru honorer yang masih dibutuhkan diperkirakan mencapai ratusan orang.
Selain itu, tingginya angka pensiun guru setiap tahun belum diimbangi dengan penambahan tenaga pendidik baru.
Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan pentingnya peran guru honorer dalam menjaga keberlangsungan kegiatan belajar mengajar.
“Setiap tahun banyak guru pensiun, sementara kebutuhan guru tetap besar,” tandasnya. (Ghofar)














































































































Discussion about this post