KAB.CIREBON, (FC).- Aksi unjuk rasa di depan Mako Polresta Cirebon dan Gedung DPRD Kabupaten Cirebon pada Sabtu (30/8) siang berakhir ricuh.
Massa yang didominasi kelompok pelajar tersebut melakukan pengrusakan sejumlah fasilitas umum seperti massa melakukan corat-coret di sejumlah fasilitas, pengrusakan tugu udang, kamera ETLE dan pos penjagaan lalu lintas.
Kapolresta Cirebon, Kombes Pol Sumarni menyesalkan insiden tersebut. Ia menilai sebagian peserta aksi tidak datang untuk menyampaikan aspirasi, melainkan langsung melakukan penyerangan.
“Kami tetap mengendalikan anggota kami agar bertahan menjaga situasi tetap kondusif. Kami juga menghimbau seluruh peserta aksi agar menahan diri. Kami meminta tokoh agama, pimpinan daerah, serta masyarakat Kabupaten Cirebon ikut membantu menjaga kondusifitas,” ujar Kombes Pol Sumarni.
Ia menambahkan, pihak kepolisian mendapat dukungan dari jajaran Kodim 0620/Kabupaten Cirebon dan Arhanudse 14/Pwy yang turun langsung di sekitar Plered dan Mapolres Cirebon.
Hingga saat ini, situasi dilaporkan relatif terkendali. Meski begitu, beberapa fasilitas mengalami kerusakan akibat aksi massa.
“Beberapa pos kami dirusak dan dicoret-coret dengan berbagai tulisan. Kami mohon massa tidak anarkis, tidak melanggar hukum, dan tidak merusak fasilitas umum, karena itu akan menyulitkan perbaikan ke depannya,” kata Sumarni.
Sumarni juga mengajak masyarakat Kabupaten Cirebon untuk bersama-sama menjaga ketertiban. “Kita sama-sama menahan diri agar tidak ada korban lagi, dan tetap bersama melayani masyarakat,” pungkasnya. (Mush’ab)















































































































Discussion about this post