KAB.CIREBON, (FC).– Peringatan Haul ke-36 KH Aqiel Siroj sekaligus Harlah ke-65 Pondok Pesantren KHAS Kempek, Sabtu (30/8), bukan hanya ajang doa dan silaturahmi.
Bagi pesantren yang dikenal sebagai salah satu pusat pendidikan Islam besar di Cirebon ini, haul menjadi ruang pendidikan karakter santri dengan menekankan kepedulian terhadap lingkungan hidup.
Pesantren KHAS Kempek menegaskan bahwa kebersihan dan kepedulian lingkungan adalah bagian dari akhlak Islami yang harus ditanamkan sejak dini.
Melalui gerakan KHAS Lestari, santri tidak hanya menjadi pelajar kitab, tetapi juga agen perubahan budaya hidup bersih di masyarakat.
“Dalam Islam, kebersihan adalah amanat. Haul kali ini kami jadikan contoh nyata bahwa santri bisa belajar akhlak bukan hanya dari kitab, tetapi juga dari bagaimana mereka menjaga lingkungannya,” ujar Dewan Pengasuh sekaligus Kepala MA KHAS Kempek, KH Ahmad Zaini Dahlan.
Pada puncak acara haul, panitia menyiapkan jalur pengelolaan sampah terpisah: organik, anorganik, dan residu. Para santri dilibatkan sebagai relawan, tidak hanya membersihkan area, tetapi juga mengedukasi jamaah tentang cara memilah sampah.
“Harapannya, setiap orang yang hadir merasakan bahwa haul bisa tetap khidmat, bersih, dan rapi. Dari sini, santri belajar memimpin perubahan kecil yang dampaknya besar,” tambah Kiai Ahmad.
Sehari sebelumnya, KH Ahmad bahkan memimpin langsung Gerakan Jumat Bersih bersama para santri. Kegiatan ini menjadi simbol bahwa kepedulian lingkungan adalah bagian dari kedisiplinan spiritual dan sosial pesantren.
Ponpes KHAS Kempek sendiri telah lama mengembangkan program ramah lingkungan, mulai dari daur ulang, pemanfaatan limbah organik dengan maggot, hingga memperluas kawasan hijau. Tradisi ini ingin diperluas agar menjadi identitas pesantren.
Koordinator Gerakan KHAS Lestari, Ny. Hj. Tho’atillah Ja’far, menegaskan pentingnya budaya gotong royong dalam menjaga kebersihan.
“Santri belajar bahwa mengolah sampah tidak bisa sendirian. Harus bersama-sama. Semangat kebersihan ini adalah ibadah sekaligus bagian dari akhlak Islami,” ujarnya.
Menurutnya, haul kali ini sekaligus menjadi kampanye zero waste di pesantren. “Target kami setelah acara, tidak ada sampah berserakan. Semua bersih kembali. Dari sinilah karakter santri ramah lingkungan dibentuk,” tandasnya.
Dengan ribuan jamaah yang hadir, haul tidak hanya menjadi agenda spiritual, tetapi juga momentum membangun kesadaran bersama. Pesantren KHAS Kempek ingin menepis stigma bahwa lingkungan pesantren identik dengan kekumuhan.
“Santri adalah calon pemimpin masyarakat. Kalau sejak di pesantren mereka terbiasa menjaga lingkungan, maka nilai itu akan terbawa ke rumah dan masyarakatnya,” kata Kiai Ahmad.
Melalui rangkaian haul yang disertai bahtsul masail, seminar, hingga jalan sehat, Pesantren KHAS Kempek menegaskan posisinya: bukan hanya pusat ilmu agama, tetapi juga sekolah kehidupan yang membentuk karakter santri peduli lingkungan. (Rls/FC)















































































































Discussion about this post