KAB.CIREBON, (FC).- Aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Kabupaten Cirebon menyisakan duka pilu yang mendalam bagi petugas keamanan (satpam) gedung setempat.
Pasalnya kendaraan roda dua yang sehari-hari ia gunakan untuk aktivitas ludes dilalap si jago merah.
“Saya lupa menyelamatkan motor saya. Saya panik. Yang penting gimana caranya menyelamatkan diri, soalnya di atas kepala saya itu kayak hujan, tapi batu,” kata petugas keamanan gedung DPRD Kabupaten Cirebon, Imron, Sabtu (30/8).
Imron menceritakan, ia tidak menyadari bahwa teman-teman sekantornya sudah memindahkan kendaraannya sebelum aksi demonstrasi itu terjadi.
Ia baru menyadari tinggal kendaraan dirinya sendiri setelah para demonstrasi tiba di gedung DPRD Kabupaten Cirebon.
“Saya tuh gak menyadari, mobil dan motor sekantor saya sudah dipindahkan. Tinggal motor saya saja. Ya sudah saya pasrah,” terangnya.
Ia dan teman-teman seprofesinya menyelamatkan diri dari amukan massa bersembunyi di dalam musala gedung DPRD setempat.
“Saya dan teman-teman meyelamatkan diri di dalam musala. Pas lagi berteduh. Ingat motor saya. Tapi, daripada saya kenapa-napa ya sudah saya ikhlaskan saja,” tuturnya. (Ghofar)











































































































Discussion about this post