KAB. CIREBON, (FC).- Tulus Asih Group, salah satu pengembang properti terkemuka di Cirebon, terus menunjukkan komitmennya dalam membangun kawasan perumahan yang berwawasan lingkungan.
Tidak hanya fokus pada pembangunan rumah, khususnya rumah subsidi, pengembang ini juga memperhatikan penataan kawasan dan lingkungan sekitar.
Salah satu wujud nyata kontribusi tersebut adalah pembangunan Danau Keandra di kawasan Perumahan Keandra Lagoon, Desa Jadimulya, Kabupaten Cirebon.
“Salah satunya yang kita bisa wujudkan adalah Danau Keandra yang berada di Perumahan Keandra Lagoon, Desa Jadimulya,” kata Wakil Direktur Utama Tulus Asih Group, Pandu Pamungkas Sejati
Danau Keandra dibangun dengan luas mencapai 2,5 hektare dan kedalaman sekitar 9 meter.
Saat ini, danau tersebut berfungsi sebagai kawasan resapan air untuk menampung tingginya curah hujan.
Menurut Pandu, keberadaan danau tersebut mampu mengatasi persoalan banjir yang selama ini kerap terjadi di wilayah sekitar.
“Saat ini fungsi danau tersebut sebagai salah satu resapan air. Air hujan yang curahnya tinggi bisa tertampung di danau. Daerah sekitar yang selama ini menjadi langganan banjir, sekarang tidak banjir,” jelasnya.
Baca Juga : Berikan Kenyamanan dan Keamanan Penghuni, Keandra Lagoon Luncurkan Aplikasi KaEl
Selain sebagai resapan air, Tulus Asih Group juga berencana memanfaatkan Danau Keandra sebagai sumber air bersih bagi warga.
Pihak developer tengah menjajaki kerja sama dengan PDAM Tirta Jati Kabupaten Cirebon agar danau tersebut dapat dimanfaatkan sebagai sumber mata air.
Pandu menyampaikan, kawasan tersebut selama ini termasuk daerah yang kesulitan air bersih.
“Kami sedang bermohon kepada PDAM agar danau tersebut bisa menjadi sumber mata air. Kami ingin mencoba mengalirkan air dari danau ke rumah-rumah warga,” ujarnya.
Ia menambahkan, jika kerja sama tersebut terwujud, PDAM tidak perlu lagi mencari sumber air baru di wilayah tersebut.
“Kami sedang mengajukan proposal pembicaraan dengan PDAM, bagaimana kalau kita pasang jaringan dan sumber airnya dari danau ini,” katanya.
Dengan sistem tersebut, air hujan yang tertampung di danau akan terus tersalurkan ke rumah-rumah warga sehingga tidak menimbulkan luapan saat hujan dengan intensitas tinggi.
“Ke depan akan terus seperti itu siklusnya. Harapannya kami benar-benar bisa berkontribusi untuk lingkungan sekitar,” papar Pandu kepada FC, Selasa (20/1).
Tak hanya itu, Danau Keandra juga direncanakan menjadi kawasan wisata yang diharapkan mampu mendongkrak perekonomian masyarakat sekitar perumahan.
Saat ini, pihak developer masih melakukan pembahasan teknis bersama PDAM guna mengetahui kapasitas debit air yang dapat disalurkan ke warga.
“Sekarang masih tahap pembicaraan awal. Kami diskusikan dulu dengan pihak PDAM karena mereka yang lebih memahami teknisnya,” ujarnya.
Keandra Lagoon sendiri akan dikembangkan dalam tiga tahap dan dirancang sebagai kawasan Kota Mandiri dengan konsep Eco Living dan Smart Living di atas lahan seluas 30 hektare.
Danau Keandra akan menjadi salah satu fasilitas utama penunjang kawasan tersebut sekaligus solusi penanganan banjir di wilayah Desa Jadimulya.
Ide pembangunan Keandra Lagoon bermula dari tantangan memanfaatkan lahan sawah nonaktif di wilayah utara Kota Cirebon.
Nama “Lagoon” sendiri dipilih karena memiliki arti laguna atau danau, yang menjadi ikon utama kawasan tersebut. (Andriyana)




















































































































Discussion about this post