“Karena yang OTG ini, tidak merasakan apa-apa, dia merasa sehat. Ini lebih bahaya lagi. Nanti bisa menularkan kebanyak orang,” kata Imron.
Dari sebanyak 23.303 warga yang melakukan swab, hanya terdapat 629 warga yang terdeteksi positif covid 19. Dari total jumlah tersebut, hanya 27 persen saja yang menjalani perawatan, karena mengalami gejala klins. Sedangkan 73 persen lainnya, merupakan pasien tanpa gejala dan hanya melakukan isolasi mandiri.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon, Enny Suhaeni menuturkan, bahwa pihaknya masih akan menambah jumlah swab massal di Kabupaten Cirebon, menjadi 30ribu orang. Pada anggaran perubahan ini, pihaknya akan melakukan penambahan uji swab sebanyak 8.000 sampel spesimen.
Selain melakukan uji swab kepada warga yang kontak erat dengan pasien terkonfirmasi positif, swab massal juga dilakukan untuk pegawai yang bertugas di lingkungan perkantoran Kabupaten Cirebon. Enny juga menyebutkan, suksesnya pelaksanaan swab massal juga, berkat cepatnya hasil uji swab yang dilakukan oleh pihaknya.
“Dalam tempo sekitar dua hari, hasil swab bisa didapatkan dari Laboratorium UGJ. Jika ada yang positif, Nanti hasil tersebut, ditindaklanjuti oleh Puskesmas untuk melakukan tracing,” kata Enny.
Selain menggunakan swab secara konvensional, Pemkab Cirebon memiliki PCR Portable. Dengan menggunakan alat ini (PCR Portable,-red), pemeriksaan sample bisa dilakukan dengan cepat. Dalam sekali running, alat PCR Portable ini bisa mengolah sebanyak 8 sample. Hanya dengan waktu 45 menit, hasilnya sudah bisa didapatkan.
Enny mengatakan, untuk saat ini, alat PCR Portable digunakan untuk melakukan uji sample yang urgent segera didapatkan hasilnya. Alat PCR ini pernah digunakan untuk melakukan uji dari sample Bupati Cirebon, yang sempat kontak erat dengan pasien terkonfirmasi positif.
“PCR Portable ini juga bisa digunakan untuk mempercepat tracing, pada pasien yang suspect Covid-19. Seperti, ada pasien yang meninggal dan diduga Covid-19. Agar lebih cepat mengetahui kondisi sebenarnya.
Selain itu, alat ini juga cukup simple, sehingga bisa digunakan untuk melakukan pemeriksaan di daerah-daerah yang terpencil, yang memiliki keterbatasan akses,” tukasnya. (Ghofar)














































































































Discussion about this post