KAB.CIREBON, (FC).- Seorang remaja perempuan asal Desa Karangwangun, Kecamatan Babakan, Kabupaten Cirebon, dilaporkan hilang sejak Kamis (4/6) setelah berpamitan mengikuti kegiatan belajar Paket C di Desa Gebangudik, Kecamatan Gebang.
Hingga hari kesembilan, keluarga bersama pihak kepolisian masih melakukan pencarian.
Remaja tersebut diketahui bernama Dea Putri Aulia (17), warga Dusun 2 RT 01/RW 02 Desa Karangwangun. Kepergiannya tanpa kabar membuat keluarga diliputi kecemasan karena hingga kini keberadaannya belum diketahui secara pasti.
Ayah Dea, Sakwin, mengatakan putrinya terakhir terlihat saat berangkat mengikuti kegiatan belajar Paket C. Sebelum berangkat, Dea sempat mengeluhkan sakit kepala dan awalnya enggan mengikuti kegiatan tersebut.
Namun setelah dijemput rekannya, Septi, warga Desa Karangwangun, Dea akhirnya memutuskan tetap berangkat ke lokasi pembelajaran di Desa Gebangudik.
Sesampainya di lokasi, kegiatan belajar diketahui tidak berlangsung karena guru yang mengajar sedang sakit. Dea kemudian diantar pulang oleh temannya, namun hanya sampai di sekitar Balai Desa Karangwangun.
“Sejak berada di sekitar Balai Desa Karangwangun itu, keberadaan Dea sudah tidak diketahui lagi,” ujar Sakwin, Jumat (12/6).
Kekhawatiran keluarga semakin bertambah setelah pada sore harinya sekitar pukul 15.30 WIB, orang tua Dea menerima pesan melalui aplikasi WhatsApp dari nomor milik putrinya.
Dalam pesan tersebut, Dea menyampaikan permintaan maaf kepada keluarga dan mengaku ingin bekerja serta belajar hidup mandiri. Ia juga meminta agar keberadaannya tidak dicari.
“Dia meminta maaf kepada keluarga dan mengatakan ingin bekerja serta belajar mandiri,” kata Sakwin.
Awalnya keluarga mengira Dea hanya menginap di rumah teman atau kerabat. Namun setelah pencarian dilakukan secara mandiri selama beberapa hari tanpa hasil, keluarga akhirnya melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Babakan.
Laporan itu langsung ditindaklanjuti dengan upaya pencarian dan penelusuran berbagai petunjuk yang dapat mengarah pada keberadaan remaja tersebut.
Dari hasil penelusuran digital melalui media sosial dan perangkat telepon seluler, muncul dugaan bahwa Dea berada di wilayah Kota Cirebon. Indikasi tersebut menguat setelah akun TikTok miliknya mengunggah video terbaru pada 9 Juni lalu.
Dalam video itu, Dea terlihat berada di sebuah bioskop dengan mengenakan pakaian bermotif kotak-kotak, rompi berwarna biru, dan jilbab hitam.
“Ada unggahan video terbaru yang diduga menunjukkan keberadaan Dea di Kota Cirebon,” ungkap pihak keluarga.
Meski demikian, hingga kini lokasi pasti keberadaan Dea masih belum diketahui. Keluarga berharap putrinya dapat segera pulang dan menyelesaikan persoalan yang dihadapinya bersama keluarga secara baik-baik.
Sakwin mengaku kepergian putrinya tanpa kabar telah menimbulkan kekhawatiran mendalam bagi keluarga maupun warga sekitar yang turut membantu proses pencarian.
“Kalau memang ingin bekerja, pulang dulu dan sampaikan baik-baik kepada keluarga,” harapnya.
Keluarga juga mengimbau masyarakat yang mengetahui atau melihat keberadaan Dea Putri Aulia agar segera menghubungi keluarga atau melaporkannya kepada pihak kepolisian terdekat.
Mereka berharap Dea dapat segera ditemukan dan kembali berkumpul bersama keluarganya dalam keadaan selamat. (Nawawi)











































































































Discussion about this post