KOTA CIREBON, (FC).- Pemerintah Daerah Kota Cirebon mencatat realisasi investasi hingga triwulan pertama tahun 2025 telah mencapai Rp590,7 miliar. Angka ini merupakan bagian dari target investasi tahunan yang ditetapkan sebesar Rp2,2 triliun.
“Target investasi kita tahun ini sebesar Rp2,2 triliun. Sampai triwulan pertama, realisasinya baru mencapai Rp590 miliar,” ujar Sekretaris Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Cirebon, Icip Suryadi, Sabtu (17/5).
Dari total realisasi tersebut, investasi terdiri dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp340 miliar dan Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp250 miliar. Jumlah investor yang tercatat sebanyak 929 entitas, dengan rincian 916 investor PMDN dan 13 investor PMA.
Icip menjelaskan meskipun target investasi tahun ini cukup ambisius, tren nilai investasi dalam tiga tahun terakhir mengalami penurunan signifikan. Tercatat pada 2022 nilai investasi mencapai Rp6,59 triliun, turun menjadi Rp4,26 triliun di tahun 2023, dan kembali turun ke angka Rp2,73 triliun pada 2024.
“Kondisi ini cukup wajar mengingat luas wilayah Kota Cirebon yang terbatas dan tidak terlalu potensial untuk pengembangan kawasan industri,” jelasnya.
Namun, dari sisi jumlah investor, terjadi fluktuasi. Tahun 2022 tercatat 6.008 investor, sedikit menurun pada 2023 menjadi 5.855, namun melonjak tajam pada 2024 hingga mencapai 10.737 investor.
Mayoritas investor yang menanamkan modal di Kota Cirebon berasal dari sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), khususnya yang bergerak di bidang perdagangan makanan dan industri pangan.
Untuk mendorong peningkatan investasi, Icip menekankan pentingnya beberapa faktor penunjang seperti kepastian hukum, infrastruktur yang memadai, peningkatan kualitas SDM, insentif usaha, kemudahan perizinan, serta transparansi dan akuntabilitas dalam pelayanan publik.
“Koordinasi lintas perangkat daerah dan komitmen bersama sangat penting untuk menciptakan iklim investasi yang kondusif dan mampu meningkatkan kepercayaan investor,” ungkapnya.
Selain itu, aspek keamanan menjadi perhatian utama. Icip mengungkapkan Pemda bersama aparat keamanan tengah berupaya menekan praktik premanisme yang dapat mengganggu stabilitas dan kenyamanan investor.
“Masalah premanisme tidak bisa dibiarkan. Harus ditindak tegas agar tidak menjadi penghambat masuknya investasi,” tegasnya. (Agus)














































































































Discussion about this post