KAB. CIREBON, (FC).- Kabupaten Cirebon saat ini memiliki 60 Desa Wisata yang tersebar di berbagai kecamatan dengan klasifikasi Rintisan, Berkembang, dan Maju.
Jumlah tersebut akan bertambah 30 Desa Wisata Baru di tahun ini. Sehingga, akan ada 90 Desa Wisata dengan beragam potensi unggulan.
Kepala Bidang Destinasi dan Industri Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Cirebon, Syafrudin Aryono mengatakan, penambahan 30 Desa Wisata Baru akan ditetapkan melalui Surat Keputusan Bupati Cirebon.
Menurutnya, pondasi utama menjadi Desa Wisata ada 2 hal. Pertama, kemauan atau niat (Good Will) yang kuat dari pimpinan pemerintahan desa atau Kuwu.
Kedua, potensi daya tarik wisata, baik yang berbasis alam, budaya, maupun wisata buatan.
“Contoh desa Bode Lor, tidak punya potensi apa-apa. Tapi karena ada goodwill, niat baik dari kuwunya, dibikinlah apa-apa,” kata Ari, sapaan akrab Syafrudin Aryono saat Press Conference West Java Tourism Exchange (WJTE) ke-3 Tahun 2025, Kamis (21/8)
Ari lalu menjelaskan mekanisme apa saja yang harus ditempuh dalam pengajuan menjadi Desa Wisata.
“Tahapannya mereka mengajukan kepada Disbudpar. Setelah itu kami adminsitrasikan secara administrasi. Habis itu kami wawancara. Setelah wawancara, kami lakukan cross check ke lapangan dengan standar dari Kementeria Pariwisata,” urainya
Baca Juga: Festival Talun 2025 Berlangsung Meriah, Jadi Ajang Eksistensi Desa Wisata
Dalam pengembangan desa wisata di Kabupaten Cirebon, Disparbud juga menggandeng Polteknik Pariwisata (Poltekpar) Prima Internasional untuk meningkatkan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) desa-desa wisata di Kabupaten Cirebon.
“Kami bekerjasama dengan Politeknik Pariwisata Prima Internaisonal tahun ini, menyekolahkan. Bukan bintek lagi. Kalau bintek paling cuma 1 hari. Ini seminggu full mendapat Sertifikat keahlian,” jelas Ari
Secara kebijakan umum daerah, pengembangan desa wisata di kabuopaten Cirebon melibatkan beberapa dinas teknis terkait, antara lain Bapelitbangda, BKAD, DPMPD, dan Disbudpar.
Dijelaskan Ari bahwa Desa Wisata dapat mengajukan Bantuan Keuangan Desa Khusus (Bankeu Desus) dengan besaran maksimal Rp200 juta.
“Bantuan keuangan desa khusus kepada desa wisata maksimal 200 juta dengan penyertaan modal dari desa minimal 20 persen,” ujarnya.
Selain itu, kebijakan pemerintah daerah merencanakan di tahun 2026 nanti akan mengadakan Lomba Desa Wisata dengan hadiah Rp1 miliar.
“Kami mengajukan kepada Bapelitbangda untuk lomba desa wisata kabupaten cirebon dengan hadiah 1 miliar. Mininal dalam 1 tahun ada 5 desa wisata terentaskan secara insfrastukrur, secara sumber daya manusia, secara pengelolaannya dan secara manajerial,” ungkap Ari.
Setelah pelaksanaan WJTE yang diselenggarakan Disbudpar Kabupaten Cirebon berkolaborasi dengan Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPI) DPC Cirebon Raya, Disbudpar juga merencanakan membuat paket-paket wisata dari desa-desa wisata yang ada di kabupaten Cirebon.
“Kami juga tadi sudah ngobrol dengan pengurus ASPPI mau bikin paket pariwisata. Kalau bisa paket wisata 1 hari di lingkup kecamatan,” ungkap Ari.
“Insya Allah di bulan September atau Oktober kami dari Bidang Destinasi dan Industri Pariwisata akan mengkoneksitaskan antara teman-teman industri pariwisata hotel dan restoran, tour & travel dengan desa-desa wisata,” tambahnya. (Andriyana)















































































































Discussion about this post