KAB.CIREBON, (FC).- Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Dawuan 2 UUT Beef resmi mulai mendistribusikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) perdana pada Jumat (20/2) ini.
Pelaksanaan program tersebut diklaim telah melalui persiapan menyeluruh, mulai dari kesiapan infrastruktur, sistem distribusi, hingga peningkatan kompetensi tenaga kerja.
Owner SPPG UUT Beef Dawuan, H Bastoni, mengatakan seluruh sarana dan prasarana operasional telah disiapkan guna memastikan program berjalan optimal dan sesuai standar keamanan pangan.
“Kami telah menyiapkan sarana, prasarana, hingga armada transportasi untuk menjamin kelancaran distribusi. Termasuk sistem sanitasi air yang sudah menggunakan mesin reverse osmosis (RO),” ujar Bastoni saat ditemui di lokasi dapur SPPG Dawuan 2 UUT Beef, Kecamatan Tengahtani, Kabupaten Cirebon, Jumat (20/2).
Selain infrastruktur, penguatan kapasitas sumber daya manusia juga menjadi fokus utama. Seluruh pegawai dan relawan telah mengikuti pelatihan personal higiene melalui praktik langsung di dapur pusat.
Pelatihan tersebut bertujuan memastikan setiap penjamah pangan memahami standar operasional prosedur (SOP) dan prinsip keamanan pangan sebelum program dijalankan secara penuh.
“Pendekatan praktik langsung penting agar pegawai memiliki pemahaman teknis yang komprehensif dan mampu bekerja sesuai standar yang telah ditetapkan,” jelasnya.
Dalam rangka menjamin mutu produksi, seluruh pegawai diwajibkan mengikuti Sertifikasi Layak Higiene dan Sanitasi (SLHS) serta Sertifikasi Layak Penggunaan Air Pakai.
Sertifikasi tersebut menjadi bagian dari sistem pengendalian kualitas untuk memastikan keamanan dan kelayakan konsumsi pangan yang diproduksi.
Proses produksi juga dilengkapi dengan tahapan penyortiran bahan baku secara ketat guna memastikan hanya bahan berkualitas yang digunakan.
Selain itu, SPPG Dawuan 2 UUT Beef telah mengantongi sertifikasi halal Indonesia sebagai bentuk komitmen terhadap standar keamanan dan kepatuhan regulasi.
Melalui rangkaian persiapan tersebut, SPPG Dawuan 2 UUT Beef menargetkan produk pangan yang memenuhi standar yang ditetapkan Badan Gizi Nasional, dengan mengedepankan prinsip Sehat, Aman, Halal, Utuh, dan Toyyib (SAHUT).
“Komitmen kami adalah menghadirkan asupan bergizi yang benar-benar aman dan berkualitas sebagai bentuk tanggung jawab dalam mendukung peningkatan gizi masyarakat,” pungkas Bastoni. (Johan)










































































































Discussion about this post