MAJALENGKA, (FC),– Pemerintah Kabupaten Majalengka memastikan pembangunan infrastruktur di tahun 2025 dijalankan dengan penuh transparansi dan akuntabilitas. Kepala Dinas PUTR Majalengka, Agus Permana menegaskan, pihaknya bekerja sesuai aturan dan standar yang berlaku.
Agus menegaskan, keberhasilan pembangunan infrastruktur di Majalengka merupakan wujud nyata arahan Bupati Eman yang selalu menekankan integritas dan pengawasan ketat.
“Kami di PUTR menjalankan arahan Bupati dengan penuh tanggung jawab. Seluruh pembangunan difokuskan untuk kesejahteraan masyarakat dan dilakukan secara bersih serta transparan,” kata Agus Permana, Jumat (29/8/2025).
Agus menyatakan, semua proyek dilakukan dengan mekanisme sudah terbuka, diawasi, dan sesuai aturan.
“Kualitas menjadi prioritas kami. Tidak sekadar selesai dikerjakan, tapi benar-benar bertahan lama dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ungkap Agus.
Ia membantah tegas isu yang dilemparkan pihak yang tidak bertanggung jawab terkait adanya monopoli proyek oleh perusahaan tertentu di PUTR Majalengka. Menurut Agus, pembangunan infrastruktur diarahkan untuk memberi manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus menjaga kepercayaan publik terhadap pemerintah.
“Seluruh lelang kami lakukan melalui LPSE (Layanan Pengadaan Secara Elektronik). Dengan sistem ini, semua penyedia jasa yang memenuhi syarat bisa ikut berkompetisi secara sehat. Tidak ada monopoli, karena seleksi hanya berdasarkan kompetensi dan harga terbaik, bukan afiliasi pribadi,” kata Agus.
Agus juga memastikan, mekanisme pengadaan barang/jasa di lingkungan PUTR telah sesuai dengan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi serta Perpres Nomor 16 Tahun 2018 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah.
“Semua mekanisme dijalankan dengan disiplin, bahkan setiap tahapan diaudit oleh inspektorat. Dengan pola ini, peluang praktik curang bisa dicegah,” jelasnya.
Sekretaris Dinas PUTR, Ruchyana, menambahkan, pejabat pembuat komitmen (PPK) di setiap bidang bekerja secara profesional dan sesuai aturan.
Menurutnya, transparansi ini justru membuat persaingan antara penyedia jasa lebih sehat, sekaligus mendorong kualitas hasil pembangunan di Majalengka.
“Daftar penyedia jasa disusun berdasarkan kriteria ketat, mulai dari rekam jejak, kapasitas teknis, hingga kemampuan keuangan. Semua proses juga diawasi secara berlapis. Jadi jika ada tuduhan adanya monopoli sangat tidak berdasar,” ujar Ruchyana.
Sementara itu, Kepala Bidang Bina Marga PUTR, Mamat Surahmat, menyoroti hasil nyata dari sistem transparan yang dijalankan.
“Dengan pola terbuka, proyek yang dihasilkan lebih berkualitas. Jalan-jalan yang dibangun tidak mudah rusak, meski dilalui kendaraan berat. Ini bukti bahwa sistem tanpa monopoli melahirkan pekerjaan infrastruktur yang kuat dan bermanfaat langsung bagi masyarakat,” tegas Mamat.
Mamat menambahkan, masyarakat kini bisa merasakan langsung hasil pembangunan, mulai dari kelancaran transportasi, menurunnya biaya logistik, hingga meningkatnya akses ekonomi di wilayah pinggiran.
Sepanjang 2025, PUTR Majalengka berhasil menuntaskan sejumlah proyek penting. Beberapa di antaranya: Peningkatan ruas jalan Majalengka–Dawuan, Peningkatan ruas jalan Leuwikidang (Kasokandel), Perbaikan akses jalan antar-desa untuk memperkuat konektivitas wilayah, dan sejumlah perbaikan infrastruktur lainnya. (Munadi)















































































































Discussion about this post