KAB.CIREBON, (FC).- Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Jaya Sakti, Desa Gemulung Tonggoh, Kecamatan Greged, Kabupaten Cirebon, terus mengembangkan unit usaha produktif di sektor peternakan.
Salah satu program yang kini menjadi andalan adalah budidaya ayam petelur yang ditargetkan mencapai populasi 3.000 ekor.
Saat ini, BUMDes Jaya Sakti telah memelihara sekitar 1.000 ekor ayam petelur sebagai tahap awal pengembangan usaha. Program tersebut diharapkan menjadi sumber pendapatan baru bagi desa sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Kuwu Gemulung Tonggoh, Agus Saefudin, mengatakan pengembangan peternakan ayam petelur merupakan bagian dari strategi desa dalam memperkuat kemandirian ekonomi melalui usaha yang berkelanjutan.
“Sekarang baru sekitar 1.000 ekor ayam petelur. Ke depan kami menargetkan jumlahnya meningkat hingga 3.000 ekor,” ujarnya kepada FC, Rabu (17/6).
Menurut Agus, unit usaha tersebut tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan Pendapatan Hasil Desa (PHD), tetapi juga membuka peluang kerja dan usaha bagi masyarakat sekitar.
Selain peternakan ayam petelur, kawasan usaha BUMDes Jaya Sakti juga dimanfaatkan untuk pengembangan ayam pedaging serta budidaya jamur yang melibatkan Karang Taruna sebagai bentuk pemberdayaan generasi muda desa.
“Kami ingin usaha desa ini tumbuh bersama masyarakat dan pemuda sehingga manfaat ekonominya dapat dirasakan lebih luas,” katanya.
Usaha peternakan ayam petelur tersebut baru berjalan sekitar satu bulan. Meski masih dalam tahap awal, ayam-ayam yang dipelihara diperkirakan akan mulai memasuki masa produksi dalam waktu dekat.
Produksi telur nantinya diharapkan menjadi sumber pendapatan baru yang mampu memperkuat kinerja usaha BUMDes.
“Mudah-mudahan dalam beberapa minggu ke depan sudah mulai produksi. Kami mohon doa dan dukungan dari semua pihak agar usaha ini berjalan lancar,” ungkap Agus.
Ia mengakui, pihak desa belum dapat menghitung secara pasti potensi keuntungan yang akan diperoleh karena usaha tersebut masih dalam tahap pengembangan dan evaluasi.
Namun demikian, optimisme tetap tinggi mengingat pada tahun sebelumnya BUMDes Jaya Sakti berhasil menyumbang sekitar Rp30 juta terhadap Pendapatan Hasil Desa melalui sejumlah unit usaha yang telah berjalan.
“Harapannya tentu keuntungan yang diperoleh ke depan lebih besar sehingga manfaatnya bisa dirasakan masyarakat dan mendukung pembangunan desa,” jelasnya.
Di sisi lain, tingginya biaya pakan menjadi tantangan utama dalam usaha peternakan ayam petelur. Untuk menekan biaya operasional, BUMDes Jaya Sakti telah menyiapkan rencana jangka panjang berupa produksi pakan mandiri dengan memanfaatkan bahan baku lokal seperti jagung dan campuran lainnya.
“Ke depan kami berupaya memproduksi pakan sendiri agar biaya operasional lebih efisien dan usaha bisa berkembang lebih baik,” tegas Agus.
Melalui pengembangan berbagai unit usaha produktif tersebut, Pemerintah Desa Gemulung Tonggoh berharap BUMDes Jaya Sakti mampu menjadi motor penggerak ekonomi desa yang berkelanjutan, sekaligus memperkuat kemandirian dan kesejahteraan masyarakat.
“Harapan kami, BUMDes terus berkembang dan menjadi aset desa yang memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat,” pungkasnya. (Nawawi)













































































































Discussion about this post