INDRAMAYU, (FC).- Sebanyak 43 Warga Negara Indonesia (WNI) dikabarkan terlantar di Kamboja. Mereka tidak punya uang dan minta dipulangkan ke tanah air.
Mereka merupakan Calon Pekerja Migran Indonesia (PMI), 6 diantaranya diketahui berasal dari Kabupaten Indramayu.
Puluhan Calon PMI itu pun sempat merekam video soal kondisi mereka yang terlantar di Kamboja. Rekaman video dikirimkan kepada Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI).
“Mohon bantuannya pak, kami disini terlantar. Sudah tidak ada lagi biaya buat penginapan di sini. Kita juga tidak tahu kedepannya kaya gimana, buat makan saja kita disini susah,” ujar salah satu Calon TKI melalui rekaman video, Minggu (6/3).
“Mohon bantuannya pak, untuk orang Indramayu dan juga yang lainnya, kami mohon bantuannya pak, kami tidak ada lagi buat biaya penginapan di sini,” lanjut Calon PMI itu.
Koordinator Advokasi SBMI Nasional, Juwarih mengatakan, berdasarkan laporan sementara, para Calon PMI itu awalnya ditawari untuk bekerja di Polandia.
“Tapi sudah berapa tahun, ternyata mereka tidak juga diberangkatkan,” ujar dia.
Dikatakan Juwarih, mereka pun lalu menanyakan soal kelanjutan keberangkatannya kepada pihak perekrut.
Hanya saja, saat itu mereka justru ditawari untuk bekerja dahulu ke Kamboja, bilamana ingin cepat bekerja ke luar negeri.
“Mereka ditawarkan bekerja disebuah kasino di Kamboja, karena mereka sudah terlanjur mengeluarkan uang dan ingin cepat bekerja, makanya mereka mau,” ujar dia.
Akan tetapi, sesampaikan di Kamboja, lanjut Juwarih, puluhan Calon PMI itu diamankan oleh pihak KBRI karena diduga diberangkatkan secara unprosedural.
Pihak KBRI pun menawarkan agar para Calon TKI itu sementara waktu tinggal di sebuah penginapan, namun biaya penginapannya ditanggung mandiri.
“Sekarang mereka terlantar di Kamboja, katanya sampai kepalaparan, itu kiriman video dari salah satu PMI,” kata Juwarih.
SBMI pun akan mempelajari dahulu soal aduan tersebut, sembari melengkapi data-data untuk mengetahui kronologi sebenarnya.
Sejauh ini, sudah ada 4 keluarga dari Calon TKI asal Kabupaten Indramayu yang mengadu ke SBMI Cabang Indramayu.
“InsyaAllah Hari Senin akan ada pengaduan lagi dan kami akan mengundang keluarga korban di Kamboja untuk tanda tangan surat kuasa,” ujar Ketua SBMI Cabang Indramayu, Zaenuri.(Agus)


















































































































Discussion about this post