KOTA CIREBON, (FC).- Menindaklanjuti kasus terpaparnya warga binaan mutasi dari Lembaga Permasyarakatan (lapas) Cipinang Jakarta Timur, Lapas Kelas 1 Kota Cirebon mengadakan swab massal kepada warga binaan dan juga para pegawai lapas.
Sebanyak 107 pegawai dan 48 warga binaan konsentrasi pindahan Lapas Cipinang Jakarta Timur, dan juga 7 warga binaan lain yang sering kontak dengan pegawai lapas.
Kepala Keamanan Lapas Kelas 1 Cirebon Sukarno Ali mengatakan sebelumnya lapas mendapatkan kiriman 48 warga binaan dari Lapas Cipinang Jakarta, seluruh warga binaan tersebut diisolasi pada kamar khusus tidak digabungkan dengan warga binaan lainnya.
“Setelah dilakukan Rapid Tes terhadap 50 warga binaan kirimanan Cipinang, 15 dinyatakan reaktif, 4 postif terpapar Covid-19 dan langsung dilakukan pemisahan kamar, warga binaan yang terkonfirmasi positif tersebut kita lakukan test swab kembali hari ini,” tutur Sukarno Ali kepada FC, Kamis (15/10).
Selain itu Sukarno Ali juga menambahkan warga binaan pindahan dari Jakarta tersebut sudah 35 hari berada di kamar isolasi rumah sakit lapas.
“Ke 48 orang tersebut sudah menjalani isolasi selama 35 hari di 5 kamar rumah sakit lapas, dengan pengawasan ketat, mereka juga sudah mengeluh dan galau selama masa isolasi,” lanjutnya.
Ali menuturkan, diadakannya swab test kepada pegawai lapas kelas 1 ini dikarenakan untuk mencegah penyebaran covid-19 yang ada di Lapas. “Kita juga ada rasa ketakutan terpapar, jadi kita lakukan swab test ke 107 pegawai lapas, kita juga berusaha untuk mencegah kluster yang timbul di Lapas,” katanya.











































































































Discussion about this post