KOTA CIREBON, (FC).- Ajang kompetisi inovasi bidang kesehatan, Indonesia Healthcare Innovation Awards (IHIA) V Tahun 2021 akhirnya mengumumkan deretan para pemenang.
Dari total 244 peserta di lima kategori yaitu masing-masing Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas), Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu (SPGDT),
Mutu Pelayanan Kesehatan (MPK), Alat Kesehatan (Alkes) dan Teknologi Informasi Kesehatan (TIK) telah dipilih tiga pemenang yang berhak membawa pulang Platinum award, Gold award & Silver award.
PSC 119 Sregep Handal Kota Cirebon meraih penghargaan Indonesia Healthcare Innovation Awards V tahun 2021 pada kategori Sistem Penanggulangan Gawat Darurat (SPGDT).
Walikota Cirebon Nashrudin Azis yang menerima penghargaan secara virtual, Jumat (26/11) mengungkapkan, masuknya pelayanan kegawatdaruratan Kota Cirebon dalam tiga besar inovasi SPGDT merupakan prestasi tersendiri.
Melalui penghargaan ini Azis berharap seluruh elemen dan masyarakat Kota Cirebon dapat membangun kesadaran bersama. Yaitu agar selalu siap siaga menghadapi kedaruratan.
Azis juga mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Kesehatan yang telah memberikan penghargaan.
“Penghargaan ini juga memotivasi kami untuk terus berprestasi,” tegasnya.
Sementara itu, Kadinkes Kota Cirebon Edy Sugiarto menjelaskan, sebelum penentuan 3 besar, terlebih dahulu dipilih 10 nominasi. Dari 10 nominasi, Kota Cirebon masuk tiga besar.
Peringkat pertama diraih oleh Provinsi DKI Jakarta dan kedua diraih oleh Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
“Setelah itu Kota Cirebon. Berarti untuk tingkat kota dan kabupaten, Kota Cirebon terbaik. Tahun ini ketiga kalinya PSC 119 Sregep Handal Kota Cirebon meraih penghargaan Indonesia Healthcare Innovation Awards,” ungkapnya.
Edy memaparkan, penghargaan diberikan atas sejumlah inovasi yang dilakukan PSC 119 Sregep Handal Kota Cirebon.
Pihaknya juga memiliki Komunitas Relawan Emergensi Kesehatan Indonesia (KREKI) tertinggi di Indonesia, dan mereka juga tidak dibayar.
Disebutkannya, Kreki di Kota Cirebon tercatat mencapai 4.425 orang. Ke depannya Dinkes Kota Cirebon menargetkan untuk menambah dan mencetak 6.500 kader.
“Sehingga nantinya di tingkat RT ada relawan. Ini dapat mempercepat penanganan kegawatdaruratan. Penghargaan di pentas inovasi karya anak bangsa di bidang kesehatan ini sudah ketiga kalinya didapatkan Kota Cirebon untuk kedaruratan 119 Sregep Handal,” imbuhnya.
Sementara itu Ketua Umum IndoHCF Supriyanto menjelaskan, kegiatan ini sudah lima kali digelar.
“Kami memberikan penghargaan inovator di bidang kesehatan,” tutur Supriyanto.
Ada lima kategori inovator yang dilombakan, yaitu inovator gerakan masyarakat hidup sehat (Germas), inovator di bidang sistem penanggulangan gawat darurat terpadu, inovator di bidang alat kesehatan, inovator di bidang mutu pelayanan kesehatan dan inovator di bidang IT kesehatan.
Sedangkan Wakil Menteri Kesehatan, dr. Dante Saksono Harbuwono, menjelaskan ajang inovator di bidang kesehatan ini sejalan dengan sistem kesehatan yang sedang dibangun.
“Dengan inovasi ini diharapkan dapat memberikan solusi dan menyadarkan masyarakat untuk hidup sehat dan mewujudkan lingkungan yang sehat,” tandasnya. (Agus)














































































































Discussion about this post