Ira bertemu dengan seorang warga negara Indonesia dalam kondisi diduga mengalami depresi di kedai tempat ia bekerja.
Dari informasi yang didapat, perempuan tersebut diduga dibuang oleh majikannya sejak Kamis, (12/2) di sekitaran KJRI dan diberikan penampungan oleh penyewa rumah disekitar lokasi tersebut. Ira merasa bingung karena tidak tahu harus melakukan apa tanpa ada dokumen dan kondisi sedikit depresi.
“Dari informasi yang digali oleh Ira, pekerja dimaksud bernama Jumaroh, asal Pasar Bawang, Kecamatan Losari, Kabupaten Cirebon Jawa Barat. Jumaroh hanya mengingat nama, alamat dan nama kedua orang tua-nya Ibu bernama Radian dan Bapak bernama Wanto. Dari yang bersangkutan tidak ditemukan dokumen apapun,”ungkapnya.
Atas kejadian tersebut, kata Rohman, Ira kemudian melaporkan ke Volunteer IDWF, Bariyah, untuk menggali informasi dokumen dan keberadaan keluarga korban. Hal itu dilakukan setelah IDWF menghubungi layanan hotline KJRI Johor Bahru dinomor +60167700378 dan tersambung dengan staff Bernama Hamid untuk berkonsultasi mengenai kasus Jumaroh.
KJRJI pun meminta data lengkap dan meminta dipastikan kondisi Jumaroh apakah sakit atau tidak. Jika sakit harus dirujuk kerumah sakit, akan tetapi KJRI tidak dapat memberikan rujukan atau mengantar tanpa ada data lengkap dari Jumaroh karena dengan data tersebut KJRI.













































































































Discussion about this post