KAB.CIREBON, (FC).- Sejumlah petani di Kecamatan Gegesik, Kabupaten Cirebon mengalami kerugian sekitar 50 persen akibat menurunnya hasil panen pada musim tanam kali ini.
Kerugian ini disebabkan oleh hama yang tidak terkendali, harga serap gabah yang rendah, serta biaya produksi panen yang tinggi.
Biaya sewa komben yang diduga melibatkan praktik tidak transparan oleh oknum perangkat desa se-Kecamatan Gegesik turut memperburuk kondisi petani.
Aksol Amri, pegiat pertanian dari Desa Jagapura mengungkapkan, adanya dugaan praktik tidak transparan dalam pengelolaan sewa komben oleh oknum perangkat desa.
“Harga normal sewa komben adalah sekitar Rp1,2 juta plus biaya karung Rp200 ribu. Namun, petani harus membayar hingga Rp2 juta per bau (700 meter) dengan alasan adanya uang pelicin untuk desa,” katanya pada Jumat (18/7).
Aksol menambahkan, bahwa petani tidak dapat mengakses langsung pemilik komben dan harus melalui perantara orang desa yang diduga bertindak sebagai makelar. “Alasan yang digunakan adalah untuk biaya perbaikan infrastruktur pertanian, tetapi faktanya dana tersebut tidak digunakan untuk itu melainkan masuk ke kantong pribadi perangkat desa,” ujarnya.
“Perlu peran pemerintah daerah (Dinas Pertanian) dalam pengelolaan alat berat (sewa komben) untuk membantu petani di Cirebon yang mengalami kerugian,” tambah Aksol.
Ketua Forum Rembug Tani Ciayumajakuning, Dedi Abas menyatakan, bahwa hasil panen kali ini menurun drastis dan mengakibatkan kerugian. “Kerugian petani mencapai 50-70 persen karena serangan hama, biaya produksi yang tinggi, dan harga serap gabah yang rendah,” katanya.
Banyak petani di Gegesik menggunakan pembiayaan perbankan KUR untuk modal usaha.
“Semoga pemerintah mendengar keluhan petani di Cirebon dan mempertimbangkan relaksasi pembiayaan bagi mereka yang mengalami kerugian,” ujar Dedi.
Hingga berita ini diturunkan, perangkat desa dan kuwu di Kecamatan Gegesik saat dikonfirmasi belum memberikan komentar terkait dugaan praktik pungli yang terjadi dalam pengadaan komben. (Johan)












































































































Discussion about this post