KOTA CIREBON, (FC).- Rencana Pemkot Cirebon untuk melakukan launching Alun-alun Kejaksan pada Rabu (7/4) besok, mengalami pengunduran jadwal.
Hal ini dikonfirmasi langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cirebon Agus Mulyadi kepada FC, Senin sore (5/4).
Pria yang akrab disapa Gusmul ini menyampaikan, rencana launching pada 7 April dirasakannya terlalu mepet.
Pasalnya pada rapat terakhir pekan kemarin, persiapannya kurang maksimal, ditambah lagi ada libur panjang Hari Paskah.
“Kalau 7 April persiapannya belum maksimal, ada beberapa hal yang perlu dibenahi dan diperbaiki,” ujarnya.
Ditanya hal yang perlu dibenahi, Gusmul memaparkan, dari alun-alun sendiri ada beberapa kesiapan teknis yang belum selesai.
Baca Juga: Alun-alun Kejaksan Akan Dilaunching 7 April
Seperti bata ekspos pada sejumlah bangunan yang sudah kusam dan perlu diperbaiki. Kemudian pengelolaan ruang untuk fasilitas publik dan rambu-rambu didalam basemen parkir.
Diungkapkannya juga, belum fix nya tarif Bus Rapid Transit (BRT) yang sedianya diluncurkan bersamaan dengan launching Alun-alun Kejaksan.
Hal ini segera ditindaklanjuti oleh dinas perhubungan (dishub) untuk diselesaikan.
“Intinya kita ingin launching Alun-alun Kejaksan dan BRT ini semuanya tanpa kendala. Masih ada waktu seminggu lebih untuk penyempurnaannya. Kita targetkan sebelum puasa keduanya sudah beroperasi,” imbuhnya.
Sementara Kadishub Kota Cirebon Andi Armawan menambahkan, pada dasarnya pihaknya siap launching pengoperasian BRT pada 7 April.
“Iya sebenarnya kami siap BRT diluncurkan 7 April, tapi karena ada pengunduran launching Alun-alun Kejaksan, kita mengikuti jadwal 12 April,” tandasnya. (Agus)












































































































Discussion about this post