Selanjutnya Azis juga meminta doa dari seluruh anggota MUI untuk bisa bersama-sama mendoakan agar pandemi Covid-19 segera berakhir, tidak hanya di Kota Cirebon namun juga di berbagai belahan dunia lainnya.
“Pandemi Covid-19 ini menjadi keprihatinan dan ujian yang berat untuk kita semua,” ucapnya.
Ketua Umum MUI Jawa Barat KH Rachmat Syafei yang hadir dalam musda tersebut menyampaikan, MUI sebagai wadah ulama dan cendikiawan ikut dalam membangun negara Indonesia bekerja sama dengan pemerintah daerah.
“Para ulama sangat berjasa dalam pembentukan Indonesia. Oleh karena itu para ulama harus sejajar dengan pemerintah agar negara dapat berjalan searah dan sejalan dalam membangun negara Indonesia,” ujarnya.
Sementara Ketua MUI Kota Cirebon KH Sholihin Uzer yang akan digantikan pada musda ini menyebutkan, dirinya sudah 15 tahun menjabat. Harus ada regenerasi pimpinan MUI di Kota Cirebon.
“Insyaallah pada musda ini akan terpilih ketua MUI yang lebih baik dari saya, dan dapat mengemban amanah dengan baik,” katanya.
Dikatakannya, peran yang pertama yaitu MUI sebagai pelayan umat, karena itu program-program MUI harus menjawab masalah yang dihadapi umat. Kedua, MUI sebagai penuntun umat, yaitu, MUI harus berperan mengarahkan dan menuntun umat dalam pelayanannya.
“Misalkan mengarahkan umat untuk bagaimana mengkonsumsi makanan yang halal, serta memperoleh harta yang halal,” sebutnya.
Kemudian, MUI juga harus menjaga akidah umat, yaitu merawat akidah agar tidak terpengaruh dengan faham dan aliran intoleransi atau radikal. “Hal ini agar terjalin hubungan antarsesama manusia yang baik, serta antarumat beragama,” pungkasnya. (Agus)











































































































Discussion about this post