“Sepertinya CCK kurang profesional dan tidak layak. Contohnya, saat pembuatan jembatan saluran di pintu masuk yang rendah dari jalan. Bila dibiarkan, akan menyebabkan banjir dan akan berdampak buruk pada masyarakat dan juga pabrik,” ungkap Nyoman.
Terpisah, tokoh Pemuda Cirebon Timur, Sandy menjelaskan, pembangunan yang dilaksanakan sub kontraktor terdahulu yang notabene berasal dari Cirebon Timur sudah sangat baik. Hal tersebut bisa dilihat dari banyaknya masyarakat sekitar yang diserap untuk bekerja di pembanguan pabrik.
“Setelah sub kontraktor diganti terjadi gejolak di wilayah itu. Tentunya ini harus disikapi, jadi sub kontraktor yang lama harus dilibatkan kembali,” ujarnya.
Masih dikatakan Sandy, sebagai putra daerah tentunya sangat menginginkan adanya pembangunan di wilayahnya, guna mengurangi pengangguran dan meningkatkan perekonomian masyarakat. Terlebih yang mengerjakan (sub kontraktor), orang Cirebon Timur. Maka sangat paham akan keadaan lingkungan sekitar.
“Kami harap, PT Longrich kembali memberikan pekerjaan kepada Subkon yang lama, mengingat sudah banyak kontribusi yang diberikan salah satunya adalah bisa menjaga kondusifitas wilayah,” tuturnya.
Atas hal itu, Kapolresta Cirebon beserta jajaran Forkopimda Kabupaten Cirebon mencoba memfasilitasi dengan melakukan mediasi mengundang pihak-pihak lainnya untuk meluruskan agar kondusifitas pembangunan pabrik tersebut bisa terjaga. Namun pihak CCK yang diberikan undangan secara resmi oleh Polresta Cirebon tidak datang untuk menghadiri pertemuan tersebut. (Muslimin)














































































































Discussion about this post