KAB.CIREBON, (FC).- Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon akhirnya memberikan klarifikasi resmi terkait pemberitaan pelayanan di RSUD Waled yang sempat menjadi sorotan publik beberapa minggu terakhir.
Klarifikasi disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon, Hj Eni Suhaeni yang menekankan bahwa persoalan utama bukan pada pelayanan teknis, melainkan pada pola komunikasi.
Kepada FC, Selasa (9/12), Eni menjelaskan, bahwa secara prosedural, bagian Humas RSUD Waled sebenarnya sudah bertindak sesuai aturan BPJS. Namun, ia mengakui bahwa cara penyampaian informasi kepada keluarga pasien perlu menjadi perhatian serius.
Dijelaskannya, sebetulnya bagian Humas itu sudah betul menyampaikan terkait dengan BPJS, aturan BPJS menyampaikannya. Mungkin ini cara berkomunikasinya saja.
“Ibu Direktur sudah memberikan arahan ke karyawan semua bahwa bagaimana harus bisa berkomunikasi yang baik, supaya keluarga pasien maupun pasien itu tidak merasa karena pasien BPJS jadi mendapat perlakuan kurang baik. Jadi sebetulnya itu mungkin cara berkomunikasi saja,” kata Eni.
Ia menegaskan, bahwa seluruh jajaran kesehatan pada prinsipnya memiliki tujuan yang sama. “Intinya semuanya, kita tuh niatnya yang terbaik buat masyarakat,” katanya.
Ketika ditanya mengenai langkah perbaikan pelayanan, Eni menyebut bahwa seluruh prosedur di rumah sakit sebenarnya sudah berjalan sesuai SOP. Namun, aspek komunikasi tetap menjadi titik yang harus diperkuat.
“Peningkatan pelayanan, insya Allah kalau pelayanan sudah sesuai SOP ya Bu Direktur, semuanya juga sudah ada SOP-nya. Untuk peningkatan ya mungkin dari cara berkomunikasi. Harus lebih ini lagi, lebih kita tuh menghadapi,” jelasnya.
Menurut Eni, cara masyarakat menerima komunikasi petugas bisa sangat beragam. Ada konteks budaya yang perlu dipahami, namun ada pula kondisi psikologis keluarga pasien yang harus diperhitungkan.
“Tidak semua masyarakat tuh mungkin sama cara menerima kita berkomunikasi. Ada yang mungkin, apa sih, kalau kita orang jawa biasanya kalau ngomong rada keras udah biasa ya. Tapi kan mungkin kondisi keluarga pasien, pasien mungkin lagi sedang butuh layanan yang baik, jadi merasanya bahwa, ‘kalau diginiin’ gitu,” ungkapnya.
Menanggapi wacana peningkatan standar pelayanan hingga mencapai predikat WTP pelayanan, Eni menegaskan, bahwa komitmen internal sudah dibangun. “Yang jelas sih Bu Direktur sudah menyampaikan ke internal, harus menjaga cara berkomunikasi,” tegasnya.
Dinas Kesehatan berharap klarifikasi ini dapat memberikan gambaran bahwa persoalan yang muncul bukan karena niat buruk ataupun kelalaian dalam pelayanan, tetapi lebih kepada perlunya peningkatan sensitivitas komunikasi antara petugas dan pasien.
Dengan penekanan pada komunikasi yang lebih humanis, Dinkes dan RSUD Waled menyatakan komitmennya untuk terus memperbaiki pelayanan kepada masyarakat. (Nawawi)












































































































Discussion about this post