KOTA CIREBON, (FC).- Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, menanggapi usulan dari Cabang Olahraga Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) yang menginginkan kolong flyover di kawasan Pengambiran dijadikan lokasi latihan para petinju.
Namun, Edo menilai penggunaan area tersebut kurang tepat jika difungsikan sebagai sarana olahraga, meski hanya untuk latihan.
“Kalau saya tidak menyarankan untuk itu, karena di sana bukan peruntukan olahraga,” ujar Edo saat ditemui usai membuka Rapat Kerja Daerah (Rakerda) KONI Kota Cirebon, Rabu (13/5).
Ia memang memahami adanya contoh pemanfaatan kolong flyover di beberapa daerah lain, seperti di kawasan Pasar Rebo, Jakarta Timur, yang sempat digunakan sebagai tempat latihan tinju lengkap dengan ring sederhana. Meski demikian, menurutnya kondisi di Pegambiran memiliki pertimbangan berbeda.
“Itu pun di sana sifatnya hanya sementara untuk latihan,” ungkapnya.
Edo menegaskan, sikap tersebut bukan berarti melarang usulan dari Pertina, melainkan lebih pada pertimbangan keamanan serta fungsi ruang jalan yang berada di bawah kewenangan infrastruktur jalan, terlebih flyover Pegambiran merupakan bagian dari jalan nasional.
“Bukan tidak boleh, tapi secara kajian memang belum memungkinkan. Ada aspek keselamatan dan kewenangan yang harus diperhatikan,” jelasnya.
Sebagai solusi, Pemerintah Kota Cirebon saat ini tengah fokus menata kawasan olahraga Stadion Bima agar dapat menjadi pusat aktivitas olahraga di Kota Cirebon. Area tersebut diharapkan menjadi sentral pembinaan atlet hingga penyelenggaraan berbagai event.
“Ke depan kita arahkan semua terpusat di Stadion Bima. Saat ini sedang kita benahi,” pungkas Edo. (Agus)














































































































Discussion about this post