KOTA CIREBON, (FC).- Perum Bulog Kantor Cabang Cirebon memastikan ketersediaan cadangan beras pemerintah di wilayah Ciayumajakuning dalam kondisi aman, menyusul tingginya serapan gabah hasil panen petani pada musim tanam pertama tahun 2026.
Hingga 12 Mei 2026, Bulog Cirebon tercatat telah menyerap sebanyak 184.600 ton gabah kering panen (GKP), atau hampir memenuhi target pengadaan tahun ini yang ditetapkan sebesar 197.000 ton.
Pimpinan Perum Bulog Cabang Cirebon, Imam Mahdi mengatakan capaian tersebut menjadi yang tertinggi dibandingkan target pengadaan pada tahun-tahun sebelumnya.
“Dari awal tahun sampai dengan hari ini sudah kita serap sebanyak 184.600 ton GKP,” ujar Imam, Kamis (14/5).
Ia menjelaskan, target penyerapan tahun ini mengalami peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Pada 2025 lalu, target pengadaan Bulog Cirebon hanya berada di angka 145.000 ton.
Menurutnya, tingginya angka serapan gabah dipengaruhi momentum panen raya musim tanam pertama (MT1) yang berlangsung di wilayah Kota dan Kabupaten Cirebon, Kuningan, hingga Majalengka.
“Memang siklusnya panen raya atau MT1 itu pasti tinggi serapan kita. Nanti akan turun di gadu dan MT2 dan MT3,” katanya.
Imam menuturkan, strategi Bulog saat ini fokus memaksimalkan penyerapan gabah saat panen raya berlangsung. Langkah tersebut dilakukan guna menjaga ketahanan stok beras pemerintah hingga akhir tahun.
Dari hasil penyerapan tersebut, stok beras medium kategori public service obligation (PSO) yang saat ini dikuasai Bulog Cirebon mencapai 216.800 ton. Jumlah itu disebut menjadi stok tertinggi sepanjang sejarah Bulog Cabang Cirebon.
“Dan itu sepanjang sejarah Bulog, stok kami yang tertinggi saat ini,” ujarnya.
Ia memperkirakan, stok beras yang tersedia saat ini cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama lebih dari enam bulan ke depan. Bahkan, jika penyaluran rata-rata berada di kisaran 3.000 ton per bulan, stok tersebut diprediksi mampu mencukupi hingga satu tahun mendatang.
“Jadi tidak hanya cukup untuk kebutuhan Idul Adha ini, tetapi sampai mungkin tahun mendatang,” katanya.
Meski optimistis target penyerapan tahun ini bisa tercapai, Bulog Cirebon dihadapkan pada tantangan kapasitas gudang penyimpanan yang terbatas.
Saat ini Bulog Cirebon memiliki 10 kompleks pergudangan induk dengan total kapasitas sekitar 128.700 ton. Untuk mengantisipasi lonjakan stok, Bulog juga menjalin kerja sama penyewaan gudang dengan pemerintah daerah maupun pihak swasta.
Sejauh ini, kerja sama tersebut telah mencakup 35 kompleks gudang tambahan dan dalam waktu dekat akan kembali ditambah sekitar 10 kompleks gudang baru.
Adapun wilayah kerja Perum Bulog Kantor Cabang Cirebon meliputi Kota dan Kabupaten Cirebon, Kuningan, serta Majalengka. (Agus)















































































































Discussion about this post