KUNINGAN, (FC).- Pelantikan pengurus Majelis Daerah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Kabupaten Kuningan masa bakti 2026-2031 di Pendopo Kabupaten Kuningan, Rabu (25/2), dinilai menjadi momentum konsolidasi intelektual untuk mendorong kemajuan daerah melalui sinergi antara alumni, pemerintah, dan masyarakat.
Pelantikan dilakukan berdasarkan Surat Keputusan Majelis Wilayah KAHMI Jawa Barat Nomor 027/SK/MW-KAHMI/JB/II/2026 tentang susunan pengurus Majelis Daerah KAHMI Kabupaten Kuningan.
Kegiatan tersebut dihadiri jajaran Forkopimda, tokoh masyarakat, akademisi, politisi, serta keluarga besar Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan KAHMI.
Bupati Kuningan, H Dian Rachmat Yanuar menegaskan bahwa KAHMI harus mampu melampaui peran simbolik dan tampil sebagai kekuatan moral sekaligus mitra strategis pemerintah daerah.
“KAHMI jangan hanya menjadi organisasi simbolik, tapi harus hadir membantu masyarakat, bekerja dalam senyap, dan memberi dampak nyata bagi pembangunan Kabupaten Kuningan,” tegasnya.
Menurut Bupati Dian, KAHMI memiliki modal kuat berupa jejaring nasional, kapasitas intelektual, serta pengalaman lintas profesi yang tersebar di birokrasi, politik, akademisi hingga dunia usaha. Potensi tersebut dinilai mampu menjadi katalisator percepatan pembangunan daerah.
Ia juga memaparkan capaian pembangunan satu tahun terakhir, di antaranya penurunan angka kemiskinan dan pengangguran serta capaian Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) Kabupaten Kuningan yang berada di peringkat 16 nasional.
“Ini menunjukkan arah kebijakan kita sudah on the track. Ke depan, saya berharap KAHMI Kuningan menjadi inkubator gagasan dan jembatan dialog antara pemerintah dan masyarakat,” ujarnya.
Selain itu, Bupati Dian mengungkap adanya dukungan anggaran pusat sebesar Rp30 miliar untuk percepatan pembangunan infrastruktur jalan di Kabupaten Kuningan hasil komunikasi intensif dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat serta dukungan jejaring tokoh KAHMI di tingkat nasional.
Pengurus Majelis Daerah KAHMI Kabupaten Kuningan periode 2026-2031 dipimpin presidium kolektif dengan Heri Purnama sebagai salah satu figur sentral. Struktur organisasi diperkuat melalui pembentukan berbagai bidang strategis mulai dari pendidikan, ekonomi, kesehatan, hukum hingga riset dan pengembangan.
Menutup sambutannya, Bupati Dian mengingatkan bahwa jabatan organisasi merupakan amanah pengabdian.
“KAHMI Kuningan harus menjadi teladan etika kepemimpinan dan kekuatan moral. Mari bergerak bersama, masih banyak pekerjaan rumah dan masyarakat menanti kerja nyata kita,” pungkasnya.
Dengan pelantikan ini, KAHMI Kabupaten Kuningan diharapkan mampu menjadi ruang konsolidasi intelektual sekaligus motor penggerak ide dan kolaborasi untuk mempercepat terwujudnya pembangunan daerah yang lebih melesat, berdaya saing, dan berkeadilan.(Angga)













































































































Discussion about this post