KOTA CIREBON, (FC).- Perumda Pembangunan (PDP) yang ditugasi Pemkot Cirebon guna mengoperasikan Bus Rapid Transit (BRT), mengatakan PT Bima Intra Global (BIG).
Perusahaan yang bergerak di bidang transportasi tersebut memaparkan rencana mengoperasikan sepuluh unit BRT.
Direktur Utama PD Pembangunan, Pandji Amiarsa menyampaikan, pemaparan tersebut merupakan bentuk keseriusan atas penugasan pihaknya yang sudah dilakukan oleh Wali Kota kepada pihak PDP.
“Kami lakukan penjajakan dalam rangka mencari mitra operator yang siap dan cocok menuju moda transportasi modern, berbasis IT, sejalan dengan Smart City,” jelas Pandji kepada FC, Kamis (18/2).
Baca juga: Dewan Minta Dishub Percepat Pengoperasian BRT
Hasil dari pemaparan PT BIG, lanjut Pandji, akan dilaporkan kepada pimpinan. Guna ditindaklanjuti, difasilitasi pertemuan dengan internal pemangku kebijakan, termasuk dengan melibatkan pihak terkait seperti Organda.
Dalam rencana teknis nantinya, Organda juga akan dilibatkan, dimana mereka akan berperan merumuskan skema operasi yang akan diterapkan.
Terutama menyangkut penyediaan Sumber Daya Manusia (SDM) yang akan direkrut sebagai pegawai BRT.
“Kita akan berkoordinasi dengan Organda dan calon mitra sehingga kesepahaman harus terbangun, sinergi antara PDP, calon mitra, Organda dan semua pihak terkait bisa satu irama,” jelas Pandji.
Pandji menilai, pada pemaparan tersebut, secara umum sangat meyakinkan.
Baca juga: Perluasan Rute BRT Bisa Perkecil Subsidi Pemerintah
Sebagai informasi, kata dia, PT BIG ini merupakan perusahaan lokal Cirebon yang sudah berpengalaman mengoperasikan dan mengelola moda transportasi di daerah Semarang.
“Tadi saya lihat begitu meyakinkan, memaparkan hal teknis, mereka menyatakan siap, mereka juga punya pengalaman pengelolaan di bidang transportasi besar, mudah-mudahan pekan depan diputuskan, dan sebagaimana yang dicanangkan, April bisa launching,” kata Pandji.
Senada dengan PDP, Kadishub Kota Cirebon Andi Armawan menaruh harapan yang besar dari penyampaian PT BIG terkait konsep operasional BRT.
Yang menghadirkan konsep Smart City, mulai dari sistem tarif, akan diterapkan non tunai, dan bis yang beroperasi akan difasilitasi oleh jaringan Wifi dan CCTV.
“Saya melihat ada semangat, mulai dari tiketing pakai non tunai, ini mendorong semangat kami, kami sudah mulai tertarik dengan ekspose dari PT BIG,” tandasnya. (Agus)













































































































Discussion about this post