KAB. CIREBON, (FC).- Belum adanya upaya dari pemerintah, mulai tingkat desa hingga kabupaten terkait dengan kondisi jalan yang rusak, membuat warga melakukan kritik kepada pemerintah dengan melakukan upaya perbaikan jalan secara swadaya hasil dari penggalangan dana masyarakat, seperti yang dilakukan paguyuban Zhonbir Desa Kaligawe, Kecamatan Susukan Lebak, Kabupaten Cirebon.
Tokoh masyarakat Blok Zhonbir Desa Kaligawe, Ujang Muslim mengungkapkan, kondisi infrastruktur jalan khususnya di wilayah Cirebon timur memang terkenal dengan jalan berlubang, bahkan banyak masyarakat yang melakukan kritik dengan membuat spanduk objek wisata, memancing di jalan berlubang, bahkan menanam pohon di jalan berlubang. Hal itu harap dimaklumi karena masyarakat sangat berharap adanya upaya pemerintah, baik itu pemerintah desa ataupun Kabupaten Cirebon.
Kata dia, pada dasarnya masyarakat ingin secepatnya kondisi jalan rusak tersebut diperbaiki, agar merasa nyaman ketika melintasi jalan tersebut, namun berbeda dengan masyarakat di Blok Zhonbir, aksi protes yang mereka lakukan yakni dengan melakukan perbaikan jalan baik itu jalan poros yang menjadi kewenangan pemerintah Kabupaten Cirebon maupun jalan yang merupakan kewenangan pemerintah desa.
“Kami masyarakat yang tergabung dalam paguyuban Zhonbir yang berada di Desa Kaligawe, Kecamatan Susukan Lebak, Kabupaten Cirebon melakukan aksi nyata dengan melakukan perbaikan jalan dengan sumber anggaran dari penggalangna dana,” terangnya, kemarin.
Dijelaskan Ujang, aksi kritik ini berlandaskan atas kurangnya perhatian pemerintah desa, anggota DPRD Dapil VII dan pemerintah Kabupaten Cirebon dalam menangani perbaikan infrastruktur khususnya pada jalan poros, karena dinilai pemerintah kurang peka serta kurang memiliki inisiatif untuk memajukan wilayahnya. Kondisi jalan yang rusak bertahun-tahun tanpa ada upaya dilakukan perbaikan membuat menjadi persoalan baru, karena kondisi jalan tersebut menyiksa para pengguna jalan.
”Harusnya, perbaikan jalan tidak perlu menunggu rusak parah, apalagi menunggu terjadinya kecelakaan, tapi pemerintah harus peka dan melek akan kebutuhan masyarakat,” keluhnya.
Ditambahkan Ujang, aksi perbaikan jalan yang dilakukan oleh paguyuban Zhonbir ini adalah dengan melakukan penambalan jalan yang rusak di sekeliling wilayah poros Desa Kaligawe, baik itu jalan poros yang menjadi kewenangan pemerintah pusat, maupun jalan poros yang menjadi kewenangan pemerintah desa mereka lakukan secara swadaya. Aksi ini juga mendapat dukungan penuh dari masyarakat semua kalangan, sehingga menjadi momentum untuk menumbuhkan semangat kebersamaan dan patriotisme.
“Aksi ini juga dilakukan dalam rangka menyambut HUT ke-79 RI guna menumbuhkan semangat nasionalisme untuk memantik rasa patriotisme dan cinta tanah air, serta menjadi sebuah identitas dan rasa tanggungjawab setiap jiwa yang pada akhirya menjadi entitas bangsa,” pungkasnya. (Nawawi)











































































































Discussion about this post