GEBANG, (FC).- Dalam kurun waktu dua hari dua perahu nelayan asal Gebang yang sedang melaut tenggelam. Kejadian pertama menimpa perahu Dua Putra milik Kusnadi warga Blok Karangbiting Dusun I Desa Gebang Kulon Kecamatan Gebang tenggelam di Wilayah perairan Sumatera, Rabu (22/1) menyusul kejadian menimpa perahu milik Slamet warga Blok Madrasah Desa Gebangkulon Kecamatan Gebang Kabupaten Cirebon yang tenggelam di perairan Cilamaya Subang, Jumat sore, (24/1). Seluruh korban yang sempet beberapa hilang akhirnya diketemukan semua dalam kondisi selamat.
Keluarga korban tenggelamnya perahu Dua Putera, Caskum kepada FC, Minggu (26/1) menjelaskan, informasi tenggelamnya perahu yang ditumpangi adiknya dieroleh dari pemilik sekaligus nahkoda perahu Dua Putra, yang selamat saat kejadian, Kusnadi. Menurutnya saat kejadian pad Rabu petang (22/1) sekitar pukul 19.00 WIB saat mencari ikan dilaut, dari lima nelayan yang ada di perahu tersebut dua nelayan Kusnadi dan Carsidi diselamatkan nelayan yang melintas. Sementara tiga nelayan lainnya belum tahu keberadaannya, sehingga dirinya melaporkan ke Satpolair Jawa Barat di Pos Gebang. Kelima nelayan yang menjadi korban tersebut adalah Kusnadi, (38) warga Desa Gebang Kulon Kecamatan Gebang, dan 4 ABK yaitu Deni (16) warga Blok Karangbulu Desa Gebang Mekar Kecamatan Gebang, Sabar (37) warga Blok Karangbulu Desa Gebang Mekar Kecamatan Gebang, Carsidi (36) warga Blok Karangbulu Desa Gebang Mekar Kecamatan Gebang, dan Caridin (38) warga Blok Petoran Desa Gebang Mekar Kecamatan Gebang. “Atas kejadian tersebut, Bahwa korban yang selamat Carsidi dan Kusnadi sementara korban yang belum ditemukan adalah Caridin, Sabar dan Deni,” paparnya.
Sementara Kaur Umum Desa Gebangmekar Duladi kepada FC, Minggu (26/1) mengungkapkan bahwa informasi terakhir tentang tiga nelayan yang belum ditemukan dikabarkan dari Satpolair Lampung kepada Satpolair Jawa Barat bahwa ketiganya telah ditemukan dengan selamat. Sehingga pada sabtu malam (25/1), semua keluarga korban berangkat ke Lampung untuk menyusulnya. Informasinya bahwa mereka yang hilang ditemukan nelayan asal Desa Gagasari Kecamatan Gebang Kabupaten Cirebon yang kebetulan sedang melaut diperairan Sumatra juga. “Info terakhir 3 orang nelayan Gebang yang hilang diperairan laut Lampung sudah ketemu dalam keadaan selamat, info terakhir di Sat Polair Penet Lampung,” ungkapnya.
Korban nelayan tenggelam lain, Slamet warga Blok Madrasah Desa Gebangkulon Kecamatan Gebang Labupaten Cirebon. Saat di temui FC dirumahnya, Minggu (26/1) memaparkan, musibah yang menimpa perahu yang dikemudikannya bersama 4 ABKnya tersebut terjadi di sekitar perairan Cilamaya Subang pada Jumat sore (24/1) sekitar pukul 16.30 WIB.
Kejadian bermula perahu yang ditumpanginya mengalami kebocoran saat menuju arah dari Cirebon menuju Lampung. Dalam kondisi kebocoran yang semakin deras dirinya langsung naik ke atas tenda perahu untuk melihat perahu lain yang terdekat. Setelah terlihat ada salah satu perahu nelayan, kemudian dirinya langsung tancap gaspol agar mendapat bantuan. Beruntung bisa mendekat meski setengah badan perahu sudah terendam air. “Karena kecepatan tinggi, sempet dikira perahunya sebagai perompak. Sehingga perahu yang diminta tolong justru lari, namun akhirnya setelah jeritan meminta tolong, perahu nelayan asal Cilamaya tersebut berputar arah menjemputnya, akhirnya kita semua pindah ke perahu tersebut. “Ungkapnya.
Ditambahkan Slamet, perahu yang dibawanya bersama 4 ABK yakni Andri, Ali, Kurnadi kebetulan bertetangga dan Uyip warga Desa Gebangudik Kecamatan Gebang. Sebenarnya perahu baru yang baru selesai dibikin, namun entah kenapa ditengah perjalanan mengalami kebocoran. Atas kejadian tersebu, sebuah perahu baru beserta 3 mesin dan 1200 piss jaring bubu yang semua masih baru disaksikan mata kepala sendiri tenggelam kedasar laut di kedalaman sekitar 24 meter. Kerugian ditaksir mencapai sekitar Rp. 300 juta. Namun demikian dirinya masih bersyukur karena seluruh penumpang perahu dapat terselamatkan meski barang-barang mereka tak terselamatkan karena sudah tidak keburu untuk memindahkannya. “Perjalanan dari laut ke daratan Cilamaya Subang sekitar 12 jam, dan kami langsung pulang ke Gebang dan sebagai adat untuk membuang sial semua penumpang digundul,” ungkap Slamet. (Nanawi)









































































































Discussion about this post